(Taiwan, ROC) – Pada hari Sabtu tanggal 10 Juli, Korea Disease Control and Prevention Agency, atau KDCA menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, pandemi COVID-19 kembali mencatat jumlah angka penambahan kasus baru tertinggi, yang mencatat rekor baru yakni sebanyak 1.378 kasus. Hal ini telah menjadikan kondisi Korea Selatan selama 3 hari berturut mencatat rekor baru dalam jumlah angka penambahan kasus baru tertinggi.
Pada hari Jumat sore tanggal 9 Juli, Korea Selatan mencatat ada penambahan sebanyak 1.378 kasus baru, dan menjadi rekor terbanyak setelah sehari sebelumnya jumlah kasus baru adalah sebanyak 1.316 kasus.
Korea Selatan sejak tanggal 12 Juli akan kembali memperketat protokol pencegahan penularan pandemi, dan untuk pertama kalinya memberlakukan larangan mobilisasi di kota Seoul dan kota lain di sekitarnya, dan level waspada pandemi dinaikkan menjadi level 4.
Jumlah kasus penularan terkait COVID-19 di Korea Selatan terus mengalami peningkatan, dan hal ini telah menjadi bahan peringatan. Jumlah kasus baru yang bertambah di Korea Selatan sebelum akhir bulan Juli akan berkemungkinan bertambah hingga 2 kali lipat. Hal ini juga telah menyebabkan pemerintah harus kembali mengambil langkah tugas pencegahan yang lebih ketat lagi, termasuk meminta masyarakat untuk sedapat mungkin berada di dalam rumah, semua bentuk aktivitas sosial setelah pukul 6 sore, yang awalnya pada pagi hari masih diizinkan sebanyak 4 orang, kini dibatasi tinggal 2 orang.
Pemerintah Korea Selatan sendiri berharap dapat mengimplementasikan target bebas pandemi dalam kehidupan sosial masyarakat pada bulan November mendatang, namun kini dari jumlah populasi Korea Selatan sebanyak 52 juta orang, hanya 11% yang telah menyelesaikan vaksinasi, dan ada 30% yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.