History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kondisi Pandemi di Asia Memanas Akibat Serangan Virus Varian Delta

  • 03 July, 2021
  • 譚雲福
Kondisi Pandemi di Asia Memanas Akibat Serangan Virus Varian Delta
Kondisi Pandemi di Asia Memanas Akibat Serangan Virus Varian Delta

        (Taiwan, ROC) – Virus korona bermutasi, yang dikenal dengan varian Delta, pertama kali ditemukan di India pada Desember tahun lalu, dan kini tengah mengoyak negara-negara di kawasan Asia pekan ini. Australia dan Korea Selatan mencatat rekor penambahan kasus baru terbanyak, yang turut menyebabkan negara lain semakin memperketat tugas pencegahan penularan, selain itu juga terus mempercepat pengadaan vaksinasi.

        Media Reuters memberitakan jika virus mutasi varian Delta ini telah merebak di sekitar 100 negara di dunia, pihak Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO juga telah memberikan alarm peringatan, dimana virus ini bisa berkemungkinan menjadi virus tren baru, bahkan jumlah penambahan kasus baru akibat virus varian Delta di Jepang terus melonjak cepat sekaligus memberikan dampak pengaruh terhadap pelaksanaan pembukaan Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada bulan Juli ini.

        Salah satu negara bagian Australia, New South Wales yang memiliki jumlah populasi penduduk terbanyak, pada hari Jumat tanggal 2 Juli sendiri dilaporkan mencatat rekor baru jumlah penambahan kasus baru lokal, dimana lebih dari 200 kasus baru dan mayoritas akibat serangan virus varian Delta.

        Di Jepang sendiri, pada tanggal 30 Juni dilaporkan kondisi dalam negeri, termasuk Tokyo, belakangan ini ada 1/3 kasus baru serangan virus varian Delta, dan diprediksi akan bertambah hingga 50% pada pertengahan bulan Juli.

        Salah satu pejabat di Korea Selatan membeberkan jika jumlah penambahan kasus baru mencapai angka lebih dari 800 dalam sehari, dan menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 6 bulan terakhir ini, sementara persentase vaksinasi yang dilakukan masih tidak mencapai 10%. Jumlah penambahan kasus baru di Korea Selatan terus meningkat dari hari ke hari selama 10 hari terakhir, yang menyebabkan Pemerintah Ibukota Seoul menunda rencana pelonggaran jarak sosial.

        Salah satu pakar bidang saluran pernafasan di Korea, Chun Eun-mi mengatakan, “Virus bermutasi jenis varian Delta ini adalah jenis virus yang mudah menular, dengan melihat contoh jumlah penambahan kasus baru di Indonesia, India dan Inggris, maka tidak hanya Korea, namun banyak negara yang benar-benar harus mempertimbangkan kembali strategi vaksinasi dan program penanganan terkait.”

        Negara dengan jumlah populasi penduduk terbanyak nomor empat di dunia, Indonesia, dapat terlihat jumlah penambahan kasus baru yang meledak belakangan ini, sehingga sejak hari Kamis tanggal 1 Juli hingga 20 Juli mendatang telah diberlakukan program pengetatan darurat.

        Sementara untuk Thailand sendiri, pada hari Jumat tanggal 2 Juli dilaporkan mencatat rekor baru untuk jumlah kasus meninggal terbanyak. Aparat terkait setempat menyebutkan bahwa pihaknya memprediksi dalam beberapa bulan ke depan, virus bermutasi jenis varian Delta akan menjadi sebuah virus tren baru, namun di saat ini negara-negara di kawasan Asia Tenggara masih harus menyelesaikan serangan virus bermutasi jenis varian Alpha yang awalnya ditemukan di Inggris terlebih dahulu.

Komentar

Terbarumore