(Taiwan, ROC) -- Tim Duta Pekerja Migran yang diusung oleh Radio Taiwan Internasional (RTI), resmi diluncurkan! Satu Duta Pekerja Migran Indonesia dan dua Duta Pekerja Migran Thailand, mulai hari ini akan membagikan pengalaman mereka saat berada di Taiwan melalui jejaring media sosial. Presiden RTI, Chang Cheng (張正) yang merupakan pengusung dari program ini mengatakan, “Dahulu adalah pekerja migran, tetapi kini mereka adalah Duta Besar. Meski bukan seorang diplomat profesional, tetapi mereka memiliki kelebihan sebangsa lainnya, yang lebih merakyat dengan jumlah orang yang lebih banyak.”
Saat ini (tahun 2021) jumlah pekerja migran di Taiwan telah melampaui 700.000 orang. RTI program bahasa Indonesia, Thailand dan Vietnam menyiarkan ragam bantuan informasi serta kebijakan hukum kepada para pekerja migran. Yang mana hal tersebut menjadi jembatan komunikasi antara Taiwan dengan pekerja migran. Perekrutan Duta Pekerja Migran memiliki makna penting, dengan harapan “Tim Duta Besar” akan berbicara dan membagikan pengalaman manis mereka selama di Taiwan kepada warga sebangsa, serta mewakili RTI dalam memberikan layanan kepada komunitas Asia Tenggara. Selain itu, mereka juga menjadi media bagi kedua wilayah untuk saling memahami bahasa dan nilai kebudayaan masing-masing. Setelah kembali ke negara asal, misi ini akan menjadi profesi honorarium.
Duta Pekerja Migran memiliki dua tugas utama. Pertama, membagikan pengalaman saat di Taiwan melalui jejaring media sosial, meliputi gambar, artikel dan audio-visual, serta memperkenalkan Taiwan melalui cerita non-fiksi. Kedua, memposting ulang berita dan informasi perihal Taiwan. Saat ini, RTI telah merekrut 10 Duta Pekerja Migran, 3 di antaranya telah berada di negara asal dan mulai melaksanakan misi mereka terhitung hari ini. Pada masa mendatang, RTI akan terus merekrut kandidat yang selaras, serta menyesuaikan jumlah calon dan tugas dengan perkembangan situasi yang ada.
Presiden RTI, Chang Cheng menyampaikan, meski tidak mudah mengukur potensi “Duta Pekerja Migran” di tengah peliknya situasi diplomatik Taiwan, tetapi satu hal yang dapat dipastikan bahwa mereka akan menjadi kekuatan baru bagi Bumi Formosa untuk memperjuangkan nilai persahabatan dari masing-masing negara.