History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Gedung Putih Menantikan Pelaksanaan Negosiasi TIFA

  • 29 June, 2021
  • 尤繼富
Gedung Putih Menantikan Pelaksanaan Negosiasi TIFA
Gedung Putih Menantikan Pelaksanaan Negosiasi TIFA

(Taiwan, ROC) --- Berselang hampir 5 tahun, Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi Taiwan – AS (TIFA) akan kembali digelar melalui pertemuan virtual pada tanggal 30 Juni 2021 esok hari. Pertemuan tersebut akan dibuka oleh Ketua Perwakilan ROC di AS - Hsiao Bi-khim (蕭美琴) dan Kepala American Institute in Taiwan (AIT) – Brent Christensen.

Yang Jen-ini (楊珍妮), pejabat kantor perundingan ekonomi dan perdagangan Yuan Eksekutif akan mewakili Taiwan bernegosiasi dengan petinggi dari perwakilan dagang AS (USTR). Pada tanggal 28 Juni 2021, Hsiao Bi-khim memposting di akun facebooknya, setelah bertahun-tahun lamanya, dialog TIFA akan kembali digelar. Dialog ini akan bertumpu pada prinsip kerja sama ekonomi perdagangan bilateral yang fundamental untuk masa mendatang.

Hsiao Bi-khim menuturkan, lingkungan ekonomi global tengah mengalami perubahan drastis. Di tengah perubahan internasional yang sangat dinamis, langkah mempromosikan transformasi industri domestik menjadi tantangan tersendiri bagi Taiwan. Di samping itu, Taiwan juga aktif mendiversifikasi risiko dari persebaran global, serta pada saat yang sama terus memperdalam hubungan kemitraan dan kerja sama dengan pihak lain.

Hsiao Bi-khim menambahkan transformasi sektor perindustrian Taiwan dalam beberapa dekade terakhir telah mengalami sedikit kemandekan, serta kesulitan dalam menghadapi persaingan globalisasi. Namun secara keseluruhan, nilai manfaat yang dibawa oleh pasar global telah sedari dulu menjadi penyemangat pemerintah Taiwan untuk menggelar penandatanganan perjanjian mitra dagang.

Dengan gamblang ia katakan, Taiwan menghadapi tantangan internal dalam prinsip pasar yang terbuka, tidak terkecuali dengan Amerika Serikat. Jika Taiwan ingin meminta dukungan AS untuk memulai negosiasi perjanjian perdagangan bilateral (BTA), maka Taiwan harus mempertimbangkan perspektif AS guna menciptakan situasi yang saling menguntungkan secara keseluruhan.

Hsiao Bi-khim menekankan, dengan dimulainya TIFA pada tahun ini, maka akan mempererat hubungan kerja sama kedua belah pihak di sektor industri, teknologi dan investasi. Ditambah lagi dengan diluncurkannya “Dialog Kemitraan Kemakmuran Ekonomi Taiwan – AS EPPD” pada tahun lalu. Hsiao Bi-khim menyampaikan, dirinya berharap kedua belah pihak secara bertahap akan menjadi pendorong bagi negosiasi BTA di masa mendatang.

Pada tanggal 28 Juni 2021, Juru Bicara Gedung Putih - Jen Psaki menekankan akan pentingnya hubungan perdagangan dan investasi antara Amerika Serikat dengan Taiwan. AS akan memperkuat kemitraan mereka dengan Taiwan, sembari memperhatikan “sikap” Republik Rakyat Tiongkok.

Menanggapi negosiasi TIFA yang akan digelar besok, Kementerian Luar Negeri RRT menegaskan kembali pentingnya “Prinsip Satu Tiongkok” dan menentang segala bentuk pertukaran resmi antara AS dengan Taiwan.

Dalam sebuah konferensi pers, Jen Psaki menekankan pentingnya hubungan perdagangan Taiwan dengan AS. AS akan terus memperkuat hubungan kemitraan antar keduanya.

Ia menyampaikan, AS jelas sangat prihatin dengan kondisi ancaman yang dilancarkan RRT terhadap Taiwan, apalagi hal tersebut dapat merusak prinsip demokrasi yang berkembang di Taiwan. Di samping itu, Jen Psaki juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tindakan Beijing yang senantiasa mengintimidasi anggota regional lainnya.

Perjanjian TIFA disetujui pertama kalinya oleh pihak Taiwan dan Amerika Serikat pada tahun 1994. Semenjak tahun 1995 hingga 2006, pertemuan TIFA telah digelar selama 10 kali. Washington dan Taipei menjadi dua tempat yang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan TIFA.

Semenjak mantan Presiden Donald Trump menjabat, posisi deputi perwakilan perdagangan USTR juga kian tidak menentu. Kemudian, perang perdagangan pun pecah, membuat Negeri Paman Sam memprioritaskan penanganan permasalahan yang berkaitan dengan RRT. Hal di atas disinyalir telah menjadi penyebab mandeknya negosiasi TIFA pada beberapa tahun belakangan.

Komentar

Terbarumore