(Taiwan, ROC) – Melansir berita yang ditayangkan oleh media Reuters, Global Alliance for Vaccines and Immunization atau GAVI akan mengusung program percepatan penyediaan vaksin COVID-19, dimana dewan GAVI pada hari Jumat tanggal 25 Juni telah menyetujui pengadaan dana senilai US$ 775 juta, dengan jalan menyediakan pemberian vaksin kepada negara-negara yang dikategorikan terbelakang atau miskin dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.
Usai rapat diskusi yang digelar selama dua hari oleh GAVI, pihaknya merilis pernyataan bahwa jumlah total penambahan dana untuk pengeluaran vaksin sendiri adalah sebanyak US$ 925 juta.
Sejak bulan Februari hingga saat ini, Uni Eropa berkolaborasi dengan WHO, dan memanajemen sistem tata cara untuk mendapatkan vaksin bagi setiap negara di dunia melalui platfom yang dibangun, yakni COVAX dimana telah menyediakan sebanyak 90 juta dosis bagi sekitar 132 negara di dunia. Di sisi lain, sejak India menghentikan pemasokan vaksin bagi dunia, maka pihaknya juga harus menghadapi kekurangan sumber produksi yang berskala besar.
GAVI menjelaskan pihaknya sendiri akan memperluas cakupan program terkait. Di waktu yang bersamaan, berdasarkan data angka estimasi, untuk jumlah dosis yang disediakan bagi negara yang dikategorikan sebagai negara terbelakang atau miskin mencapai sebanyak 1,8 milyar dosis vaksin, dan target yang dicanangkan adalah dapat terlihat hasilnya pada kwartal petama di tahun 2022 mendatang.