(Taiwan, ROC) – Merujuk kepada data informasi internal yang didapatkan oleh media Reuters, pihak Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO memprediksi misalnya kalangan lansia yang merupakan kelompok berisiko tinggi, maka kelak ke depannya membutuhkan pemberian vaksinasi setiap tahunnya, guna meningkatkan daya kekebalan tubuh terhadap serangan virus yang terus bermutasi.
Global Alliance for Vaccines and Immunization atau GAVI dalam rapat diskusi pada tanggal 24 Juni, juga turut menyertakan laporan terkait. GAVI juga merupakan koordinator untuk COVAX, terkait pengadaan vaksin COVID-19 untuk dunia.
Perusahaan farmasi Amerika, Moderna, Pfizer dan rekan kolaborasi asal Jerman, BioNTech turut menyampaikan, guna tetap mempertahankan daya imun yang tinggi, maka dunia harus dapat secepatnya melakukan vaksinasi.
Namun untuk hal ini, masih belum dapat dikonfirmasi secara tepat.
Dalam laporan tersebut, pihak WHO berpendapat bahwa pemberian vaksin setiap tahun bagi kelompok berisiko tinggi adalah salah satu program mendasar, sementara untuk kalangan lainnya vaksinasi dapat dilakukan setiap dua tahun sekali.
Meskipun dalam laporan tersebut tidak disebutkan kesimpulannya, namun tetap menunjukkan jika melihat perkembangan yang ada saat ini, dimana virus bermutasi terus bermunculan dengan varian baru, maka vaksin sendiri juga harus dilakukan perbaikan pada setiap waktu tertentu, guna mengantisipasi ancaman yang ada.
Pihak WHO sendiri menolak paparan yang disampaikan dalam laporan tersebut. Sementara itu, Juru Bicara GAVI menyampaikan jika program dari COVAX adalah memperluas penerimaan setiap masukan akan kemungkinan perkembangan yang beragam.