(Taiwan, ROC) – Pemerintah Jepang pada awal bulan Juni memberikan sumbangan sebanyak 1,24 juta dosis vaksin bagi Taiwan secara gratis. Dokter Wang Hui-sheng asal Taiwan yang tengah menetap di Kansai Jepang, menggelar aksi pengumpulan masker di Taiwan dan berhasil mendapatkan sebanyak 400 ribu lembar masker guna disumbangkan kepada Jepang sebagai tanda terima kasih atas bantuan vaksin yang telah diberikan sebelumnya.
Dokter Wang Hui-sheng yang kini tengah bertugas di Kota Otsu, Provinsi Shiga, Jepang, setelah mengetahui bahwa pemerintah Jepang telah menyumbangkan vaksin jenis AZ sebanyak 1,24 juta dosis bagi Taiwan, ia menerima banyak telepon dari masyarakat Taiwan yang hendak menyampaikan tanda terima kasih bagi pemerintah Jepang. Untuk itu, melalui organisasi medis kedokteran FRA Taiwan, berhasil mengumpulkan sebanyak 400 ribu lembar masker untuk diberikan kepada Jepang, dan paket masker kali ini telah tiba di pelabuhan Osaka pada tanggal 14 Juni, kini tengah berada dalam proses pengurusan bea cukai setempat.
Pada tanggal 22 Juni malam hari, Wang Hui-sheng saat menerima wawancara dari media CNA menyampaikan bahwa sejak pandemi merebak pada tahun lalu, aksi pemberian sumbangan jarak jauh seperti demikian telah digelar sebanyak 8 kali. Wang menyebutkan pada tanggal 14 April 2020, saat Jepang kekurangan perlengkapan APD, dimana petugas medis kedokteran Jepang hanya mampu menggunakan kantong plastik untuk bertugas, pemerintah setempat juga memberikan imbauan agar pihak yang berkemampuan dapat memberikan sumbangan berupa jas hujan. Keesokan harinya, Wang melalui jalur yang sama berhasil mengumpulkan sebanyak 12 ribu jas hujan dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Osaka. Kala itu, Taiwan masih tidak mengizinkan pengiriman masker ke luar negeri, sehingga selain masker, maka semua perlengkapan medis yang dibutuhkan oleh pihak Jepang, misalnya perlengkapan pakaian operasi, baju APD, sarung tangan dan sebagainya, banyak yang disalurkan kepada Jepang melalui Wang Hui-sheng.
Berkenaan dengan banyaknya berita kasus kematian usai pemberian vaksin AZ, telah memicu keraguan masyarakat akan pemberian vaksin AZ tersebut, sehingga sempat menimbulkan krisis hubungan antara Taiwan dan Jepang. Untuk hal ini, Wang Hui-sheng berpendapat bahwa kondisi kasus kematian tidak boleh hanya melihat jumlah angka semata, namun juga harus memperhitungkan kondisi lainnya, sekaligus membandingkannya dengan persentase usai vaksinasi di negara-negara lainnya. Niat baik dari pihak Jepang bagi Taiwan tentu tidak perlu diragukan, terlebih-lebih hubungan baik yang telah terjalin selama ini, termasuk bantuan yang diberikan oleh Taiwan saat terjadi gempa 311 di Jepang, yang mana meskipun telah berlalu 10 tahunan, namun tetap diingat oleh masyarakat Jepang, bahkan kerap diberitakan melalui media NHK berkenaan sumbangsih yang telah diberikan oleh Taiwan.