(Taiwan, ROC) – Olimpiade Tokyo 2020 akhirnya akan digelar per tanggal 23 Juli mendatang, Badan Administrasi Olahraga Nasional pada hari Kamis tanggal 17 Juni menyampaikan, guna menghindari para atlet sempat berinteraksi dengan penumpang lainnya, maka kali ini tim atlet olimpiade Taiwan akan menggunakan pesawat carteran khusus untuk berangkat menuju Jepang. Selain itu, para atlet juga diwajibkan mengikuti semua protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah Jepang, pihak panitia olimpiade Taiwan sendiri juga telah memberlakukan berbagai standar pencegahan penularan yang ada, dan meminta semua atlet mampu mengimplementasikan peraturan yang ada, agar dapat benar-benar menjaga kondisi kesehatan setiap anggota tim yang berangkat menuju Tokyo Jepang.
Seiring dengan semakin dekatnya waktu pembukaan Olimpiade Jepang, hingga saat ini, untuk tim Taiwan sendiri tercatat sebanyak 44 orang dan akan mengikuti pertandingan sebanyak 14 mata cabang olahraga, namun ke depannya juga berkemungkinan akan adanya penambahan atlet lainnya yang mahir dalam cabang olahraga yang ditekuninya, dan bergabung dengan tim olimpiade. Berkenaan dengan apakah pesta olahraga sedunia kali ini yang digelar di Jepang akan membuka kesempatan bagi para pengunjung untuk dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di lokasi pertandingan, banyak pihak asing yang juga sangat peduli dengan porogram langkah yang akan diambil oleh pihak panitia.
Kepala Badan Administrasi Olahraga Nasional Hung Chih-chang pada hari Kamis tanggal 17 Juni menyampaikan bahwa untuk kondisi pencegahan pandemi di dalam negeri sendiri, selain mewajibkan pusat pelatihan nasional dapat memperketat tugas pencegahan pandemi, menjadi para atlet yang terbang menuju ke Tokyo, sedapat mungkin dapat mengindari interaksi antara atlet dengan penumpang umum lainnya saat keberangkatan.
Hung Chih-chung mengatakan, “Guna memastikan penyatuan sikap dalam menghadapi pandemi kali ini, maka kali ini kami akan menggunakan sistem pesawat carteran untuk terbang menuju Jepang, hal ini berfungsi untuk memastikan setiap anggota tim yang ada tidak akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan para pengunjung lainnya, dan hal ini tentu saja akan tetap kami perhatikan dan menjalankannya.”
Selama masa berlangsungnya Olimpiade Tokyo, Badan Administrasi Olahraga Nasional akan memberlakukan sistem pencegahan tahap tinggi bagi setiap peserta, selain akan ada dokter yang menemani, juga akan mempersiapkan logistik pencegahan pandemi yang diberlakukan, misalnya masker, pengukur suhu tubuh, pakaian APD, alkohol, sabun, sarung tangan sekali pakai dan berbagai tugas pencegahan lainnya agar dapat meminimalisasikan kemungkinan berkurangnya kesempatan berinteraksi dengan manusia lainnya.