Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dalam salah satu ajang forum tingkat tinggi. Usai pertemuan, Presiden Vladimir Putin pada hari Kamis tanggal 17 Juni waktu setempat menyampaikan jika pihak Moskow tentu akan terus dapat melanjutkan diskusi pembicaraan dengan pihak Amerika, selama pihak Amerika Serikat bersedia melakukan pembahasan dengan Rusia.
Pimpinan Amerika dan Rusia pada hari Rabu tanggal 16 Juni lalu waktu setempat menggelar pertemuan di Genewa, guna mampu meredakan ketegangan hubungan yang terjadi di antara kedua belah pihak.
Hubungan Amerika dan Rusia boleh dikatakan mencapai titik terendah sejak perang dingin berakhir. Dalam salah satu wawancara yang dilakukan oleh pihak Putin di layar televisi menjelaskan jika pihaknya telah siap sedia melanjutkan komunikasi dengan pihak Amerika, dan hal ini tentu harus melihat kembali keinginan pihak Amerika berkenaan dengan jalur komunikasi yang diusung tersebut.
Putin menjelaskan jika dalam rapat kali ini, pihaknya menunjukkan keseriusan 10 kali lipat dibandingkan biasanya, berharap kedua pimpinan besar tersebut dapat saling memahami berbagai permasalahan yang tengah dihadapi kali ini.
Saat ditanya berkenaan dengan pandangan Putin terhadap Joe Biden dalam pertemuan perdana tersebut, Putin menyebutkan jika apa yang disiarkan dalam media berkenaan dengan Presiden Joe Biden, termasuk image yang dijaga selama ini, boleh dikatakan tidak sama dengan kondisi yang sebenarnya.
Putin juga menambahkan bahwa sikap profesionalitas yang ditunjukkan oleh Presiden Joe Biden, maka harus benar-benar fokus saat bekerja sama dengannya, barulah tidak mengalami kelengahan atau ketidak tahuan informasi yang tengah dibahas.
“Namun tentu saja ada kalanya, Joe Biden tidak begitu memahami kondisi yang tengah dibahas, untungnya masih ada sekretaris di sampingnya yang masih muda dan sempat mengecap pendidikan tinggi, seorang perempuan cantik dan sangat memahami setiap hal yang mendetail sekalipun”, dan hal ini tentu menunjuk kepada Juru Bicara Istana Gedung Putih, Jen Psaki.