(Taiwan, ROC) – CEO Perusahaan Apple Tim Cook pada hari Kamis tanggal 16 Juni menitikberatkan akan pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Uni Eropa berkenaan dengan peraturan yang diberlakukan oleh Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi skala besar Amerika, dan menyampaikan jika berbagai peraturan pengetatan yang diberlakukan oleh pihak Uni Eropa akan mampu memberikan dampak pengaruh negatif terhadap keamanan data pribadi para pengguna HP jenis iPhone.
Menurujuk pada pemberitaan di media Reutuers, Tim Cook memberikan pernyataan publik sehubungan dengan Digital Markets Act yang akan diluncurkan oleh pihak Uni Eropa. Tim Cook menjelaskan jika ada sebagian peraturan yang dinilai baik adanya, namun dirinya lebih khawatir berkenaan dengan akan semakin banyaknya aplikasi yang tanpa persetujuan pihak Apple yang kemudian lantas dapat diunduh dengan mudah oleh masyarakat, dimana hal ini juga dikenal dengan sebutan Side-Loading.
Dewan Pelaksana Komisi Eropa, Margretge Vestager memberikan pandangan berkenaan dengan daya saing yang ditemukan di dalam pasar Uni Eropa.
Dalam salah satu rapat pertemuan akbar dunia teknologi di Prancis, VivaTech, Tim Cook melalui media Reuters menyampaikan , “Saya rasa hal ini tentu tidak sesuai dengan keuntungan tertinggi yang dapat diterima oleh para konsumen pengguna, dimana hal-hal yang tengah dibahas dalam Digital Market Acts juga akan mewajibakan pihak iPhone melakukan pemuatan fungsi lainnya.”
Tim Cook mengatakan, “Ini akan mengakibatkan adanya aplikasi lain yang dapat ditempatkan di dalam fungsi HP iPhone, dan akan merusak tatanan keamanan yang dimiliki oleh iPhone, selain itu di dalam APP Store yang dimiliki oleh iPhone telah dibangun banyak jalur pencegahan keamanan data pribadi, atau tanda aplikasi yang telah dilanggar dan juga transparansi pelacakan sarana HP yang ada.”
Sebelumnya, tepatnya pada pagi hari bulan ini, Anggota Dewan Komisi Uni Eropa, Andrea Schwab menjelaskan bahwa dirinya bersedia untu mempersempit batasan penggunaan sistem yang disebutkan untuk aplikasi jenis Google, Amazon, iPhone dan Facebook.