(Taiwan, ROC) – Ketua Umum Dewan Uni Eropa, Charles Michel, Ketua Umum Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, bersama dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dalam pernyataan bersama usai EU-US Summit digelar, menegaskan pentingnya stabilitas perdamaian di Selat Taiwan, dan mendorong setiap pihak dapat menyelesaikan masalah Selat Taiwan dengan cara yang damai.
Kementerian Luar Negeri atau MOFA pada hari Rabu tanggal 16 Juni menyampaikan, melanjuti pertemuan pimpinan negara Amerika – Jepang di bulan April, Amerika – Korea pada bulan Mei, Eropa – Jepang, pertemuan tingkat menteri luar negeri G7, rapat 2+2 Jepang – Australia pada bulan Juni, dan G7 summit, pemimpin Amerika dan Eropa kembali menyampaikan perhatian mereka terhadap kestabilan perdamaian hubungan di Selat Taiwan, dan mereka tidak semata mencapai sebuah kesepakatan yang sama, namun juga membuktikan dukungan ini turut mendorong kebebasan dan keterbukaan, serta akan menjadi kunci utama solusi hubungan di kawasan Samudra India – Pasifik.
Juru Bicara MOFA Joanne Ou mengatakan, “Ini juga menunjukkan sikap untuk dapat melanjutkan stabilitas perdamaian di Selat Taiwan, juga telah mendapatkan pengakuan dan kesepahaman yang sama dari pimpinan negara-negara di dunia yang berasaskan demokrasi, baik Amerika maupun Uni Eropa. Ini juga membuktikan bahwa stabilitas perdamaian akan mampu membangun sebuah kebebasan dan keterbukaan di kawasan Samudra India – Pasifik, sekaligus menjadi kunci utama.”
Pihak MOFA menyampaikan bahwa Taiwan yang memiliki letak geografis sebagai pulau pertama sekaligus juru kunci untuk kawasan Asia Timur, selain akan tetap melindungi demokrasi, kebebasan dan strategi negara hukum, juga akan turut mengusung kestabilan kesejahteraan di kawasan Samudra India – Pasifik.