(Taiwan, ROC) -- Dampak dari diberlakukannya Kewaspadaan Pencegahan Epidemi Tingkat Ketiga hingga akhir Juni, perusahaan yang menerapkan libur tanpa gaji dan jumlah tenaga kerja yang diliburkan tanpa gaji bertambah. Kementerian Ketenagakerjaan hari Rabu (16/6) mengumumkan data terbaru jumlah perusahaan yang menerapkan pengurangan jam kerja menjadi 625 perusahaan, angka ini bertambah 158 perusahaan dibandingan dengan periode sebelumnya, sedangkan jumlah karyawan juga bertambah 1.318 menjadi 6.383 orang. Jumlah ini menembus rekor tertinggi sejak November 2020.
Kepala Divisi Negosiasi Kementerian Tenaga Kerja, Huang Wei-chen mengemukakan, alasan utamanya adalah pengaruh dari epidemi di mana masyarakat mengurangi makan di luar, menghentikan berwisata, dan lebih banyak memilih beraktivitas dan makan di rumah.
Yang patut diperhatikan adalah untuk pekerja para medis dan layanan jasa juga bertambah, terutama pada sebagian industri medis yang bukan kebutuhan mendesak, seperti rehabilitasi, ortopedi, estetika medis dan lainnya, juga untuk konsultasi manajemen tenaga kerja yang telah mengurangi jam kerjanya.
Huang Wei-chen juga mengemukakan, kebanyakan dari perusahaan atau instansi yang menerapkan pengurangan jam kerja pada pegawai yang jumlahnya di bawah 50 orang, dan waktunya tidak melebihi 3 bulan, penerapan yang dilakukan adalan penambahan libur perbulannya sebanyak 1 – 4 hari, jika dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 9 – 12 hari, gelombang pengurangan jam kerja kali ini sepertinya lebih pendek.