(Taiwan, ROC) --- Hari ini (15/6) otoritas Taiwan membagikan pasokan 1,24 juta vaksin yang disumbangkan oleh pihak Jepang ke seluruh kawasan penjuru negeri. Kota Taipei dan New Taipei adalah dua kawasan dengan kasus penularan COVID-19 terparah. Warga lansia dengan usia 85 tahun ke atas adalah daftar prioritas pertama yang akan menerima suntikan vaksin.
Walikota Taipei dan New Taipei juga telah mendatangi kawasan penyuntikan hari ini, guna memantau kelancaran vaksinasi. Proses penyuntikan di kedua kawasan pada Selasa pagi terpantau lancar dan teratur.
Dikarenakan jumlah vaksin saat ini yang masih sedikit, membuat banyak kabupaten atau kota di Taiwan memutuskan untuk memprioritaskan warga dengan usia 85 tahun ke atas menerima suntikan vaksin. Proses suntikan vaksin di Kota Taipei diterapkan di 28 rumah sakit, 135 klinik dan 12 unit rawat jalan. Meski telah diimbau untuk melakukan janji penyuntikan terlebih dahulu melalui jejaring internet, tetapi masih ada banyak warga lansia yang memutuskan untuk datang ke lokasi penyuntikan lebih awal.
Walikota Ko Wen-je (柯文哲) mendatangi Sekolah Xinyi pada Selasa pagi, guna memantau penyuntikan vaksin yang ada. Ia pun meminta pihak sekolah untuk mempersilakan para orang tua menunggu di dalam ruangan, mengingat teriknya cuaca saat ini. Walikota Ko juga mengimbau kepada para lansia untuk terlebih dahulu membuat janji di internet, guna menghindari menunggu terlalu lama di lapangan.
Walikota Ko Wen-je mengatakan, “Karena kami menetapkan sistem janji temu. Jika waktu vaksin kamu adalah jam 9, maka kamu tidak perlu datang jam 8. Datang saja saat waktu penyuntikan vaksin, sehingga tidak perlu menunggu terlampau lama. Apalagi teriknya cuaca saat ini, tidak baik berjemur terlalu lama di luar ruangan.”
Sedangkan, penyuntikan vaksin di Kota New Taipei akan dilakukan di 21 rumah sakit, 29 klinik kesehatan dan 26 stasiun khusus vaksinasi. Walikota Hou You-yi (侯友宜) juga diberitakan mengunjungi salah satu kawasan penyuntikan vaksin di Distrik Sanchong pada Selasa pagi.
Walikota Hou You-yi menyampaikan, proses vaksinasi hari ini akan lebih nyaman dan aman diterapkan di ruangan yang luas dan dilengkapi pendingin ruangan.
Walikota Hou You-yi mengatakan, “Tingkat vaksinasi diperkirakan mencapai 60% dan masih membutuhkan pengamatan lebih lanjut. Sejauh ini berlangsung lancar dan orang tua yang datang juga ditemani oleh anggota keluarga mereka. Tim kami di lapangan juga telah membagi arus warga, sehingga proses penyuntikan vaksin hari ini berlangsung aman, lancar dan tidak ada warga yang berkerumun. Dengan demikian, warga yang datang dapat diberikan suntikan vaksin dengan rasa nyaman dan aman.”
Kota Kaohsiung juga telah mendirikan 126 stasiun vaksinasi, guna menyuntikkan vaksin ke warga lansia dengan usia 87 tahun ke atas. Walikota Chen Chi-mai (陳其邁) juga telah mendatangi kawasan Kaohsiung Arena untuk mengamati proses vaksinasi di sana. Awalnya ada kerumunan warga yang tengah mengantre di pintu masuk, akhirnya Walikota Chen Chi-mai meminta petugas setempat untuk membagi dan memecah arus warga.
Beberapa stasiun vaksinasi di kabupaten dan kota Taiwan diberitakan menerapkan metode yang pernah dilakukan sebelumnya oleh pihak Jepang di Kota Umi, Kyushu. Atau dengan kata lain menempatkan kursi bernomor terlebih dahulu yang sesuai dengan prosedur jarak sosial yang ada. Penerima suntikan vaksin hanya perlu mencari tempat duduk yang sesuai dengan nomor yang diterima.
Kemudian dokter atau tim medis akan menggunakan kursi roda, lalu mendatangi warga yang sudah duduk dan menyuntikkan vaksin. Ini adalah metode yang mengutamakan pergerakan dari tim medis/dokter, sedangkan para warga hanya perlu duduk dan menunggu.