History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jumlah Vaksin yang Datang Tidak Seperti yang Diperkirakan PM Su: Umpamakan Seperti Penetasan Telur Ayam

  • 09 June, 2021
  • 曾秀情
Jumlah Vaksin yang Datang Tidak Seperti yang Diperkirakan  PM Su: Umpamakan Seperti Penetasan Telur Ayam
PM Su Umpamakan Jumlah Vaksin yang Datang Tidak Seperti yang Diperkirakan Seperti Penetasan Telur Ayam

(Taiwan, ROC) -- Penularan domestik COVID-19 di Taiwan memanas, dan vaksin dianggap sebagai cara terbaik pengurangan epidemic, tetapi beberapa legislator mempertanyakan tingkat kedatangan vaksin internasional yang dibeli pemerintah selama ini tidak sesuai dengan yang diperkirakan, kekurangkan vaksin. Terkait dengan Legislator Partai Kuomintang dalam rapat interpelasi hari ini (9/6) mengkritik pembelian vaksin pemerintah, Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, pembelian vaksin sudah dilakukan sejak tahun lalu di mana pada saat itu epidemi Taiwan belum memanas, tetapi tingkat produksi dan pengiriman serta unsur lainnya sehingga belum menerima semua pembelian vaksin, saat ini vaksin menjadi barang yang diperebutkan global, yang pasti pemerintah tidak menyembunyikan masalah terkait vaksin. Su Tseng-chang juga mengumpamakan kapan vaksin bisa datang sama seperti “penetasan telur”, kita tidak tahu kapan telur akan menetas, tidak dapat memastikan berapa telur yang menetas, kita hanya bisa berupaya keras, untuk itu diharapkan dapat memakluminya.

Legislator KMT Hung Meng-kai (洪孟楷) juga mengajukan pertanyaan terkait laporan bahwa Jepang memiliki 120 juta dosis vaksin AZ, dalam gudang vaksinnya ada 30 juta – 60 juta dosis sementara Taiwan saat ini sangat membutuhkan vaksin, untuk itu dapatkan pembayaran pembelian vaksin AZ melalui COVEX yang belum dilunasi sebesar NT$11,5 milyar dialihkan untuk membeli stok vaksin Jepang? Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Chen Shih-chung mengatakan, “tentu saja tidak boleh” dan menjelaskan, karena Taiwan telah menandatangi kontrak, dikhawatirkan apabila menarik balik pembelian ini tidak akan membantu malah merusak pembelian vaksin yang ada.

Selain itu, Legislator KMT Chiang Wan-an mengajukan pertanyaan, ada beberapa warga yang karena kebutuhan melanjutkan sekolah di luar negeri, bisnis atau unsur kesehatan dan lainnya sehingga ingin memilih merek vaksin yang akan disuntiknya, apakah masyarakat memiliki pilihan? Chen Shih-chung mengemukakan, saat ini diatur berdasarkan urutan, boleh pilih tetapi harus mendaftarkan online dan menunggu dulu, apabila sudah jumlah vaksin yang diterima sudah memadai maka akan dibuka kesempatan bagi masyarakat untuk memilih merek vaksin. Namun Chen Shih-chung juga mengatakan, ini memerlukan upaya keras, tetapi ia juga secara jujur mengungkapkan, ini semua bukan sepenuhnya ditangani olehnya.

Komentar

Terbarumore