Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) menyerukan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD), karena jumlah kasus penularan secara domestik pada musim panas tahun ini telah mencatat rekor tertinggi untuk 11 tahun terakhir.
Menurut laporan hari Senin dari CDC, dalam tiga bulan yang baru lalu, yaitu antara Mei dan Agustus, 570 kasus penularan domestik telah dikonfirmasi, jauh lebih tinggi dari 70 kasus pada kurun waktu yang sama tahun lalu.
Laporan juga menemukan, pada pekan antara tanggal 3 dan 9 Agustus, dikonfirmasi ada 149 kasus baru DBD di Taiwan, diantaranya 147 tercatat di daerah Kota Kaohsiung di Taiwan selatan.
Kaohsiung yang terguncang oleh serangkaian ledakan pipa gas bawah tanah pada 31 Juli, terancam masalah pengontrolan penyebaran virus dengue karena banyak sistem drainase di kota rusak akibat ledakan, mengakibatkan situasi genangan air tatkala hujan turun.
149 kasus yang tercatat pada awal Agustus mencakup seorang pasien dengan demam dengue hemoragik, suatu bentuk lebih serius dari penyakit tersebut, demikian kata CDC, yang juga melaporkan adanya enam kasus serupa yang telah dikonfirmasi di Taiwan pada tahun ini, suatu rekor tertinggi untuk lima tahun terakhir.
CDC menghimbau dikuatkannya kebijakan preventif seperti pengeringan kontener air, pembersihan lokasi yang memungkinkan pertumbuhan vektor penularan dan ditingkatkannya kewaspadaan terhadap gigitan nyamuk.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah sejenis penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus dengue. Gejala penularan termasuk demam, sakit kepala, otot kenyal dan kulit gatal. Andaikata kondisi penularan sangat serius, penyakit sebagian kecil pasien akan berkembang menjadi demam dengue hemoragik yang bisa mengancam jiwa manusia.