(Taiwan, ROC) – Beberapa hari belakangan ini tersiar kabar warga yang menyerang mereka yang bertugas di garis pertama yaitu para medis dan polisi, Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, melihat pertarungan para rekan kerja, pemerintah sangat terharu dan berterima kasih atas perjuangan dan bantuan mereka. PM Su Tseng-chang mengatakan, petugas pencegahan pandemi, perawat, tentara polisi, petugas pemadam kebakaran dan lainnya yang apabila karena tugasnya menyebabkan tertular atau terluka maupun mendapat serangan, selain akan mendapatkan klaim asuransi terkait juga seharusnya menerima dana uang simpati.
Dalam rapat yang digelar Perdana Menteri Su Tseng-chang untuk mendengar situasi epidemi dan ekonomi. Terkait beberapa hari belakang ini timbul ketidakpuasan dari warga dan menyerang perawat medis dan anggota kepolisian, Su Tseng Chang meminta Kementerian Hukum untuk menangani dengan ketat, juga meminta Menteri Dalam Negeri, Hsu Kuo-yung dan Biro Kepolisian untuk secara khusus meningkatkan perlindungan instansi kesehatan dan medis. Dengan mempertimbangkan dasar pencegahan epidemi, pihak kepolisian juga akan melengkapi personil yang bertugas di garis terdapat dengan peralatan yang dibutuhkan.
Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, jika para medis dan polisi yang ditempatkan di garda pertama yang karena saat bertugas mengalami cedera berat atau gangguan kesehatan yang tidak dapat disembuhkan, maka sudah seharusnya mendapat ganti rugi. PM Su meminta Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan Keamanan dan instansi lainnya untuk membuat peraturan perundang-undangan terkait, selain membantu menjamin keamanan para medis juga memberikan kompensasi terkait dan secepat mungkin mengajukan laporan perencanaan terkait ke Yuan Legislatif.
Selain itu pendiri Foxconn melalui Yayasan Yonglin membeli 5 juta dosis vaksin BNT yang pada tanggal 1 Juni kemarin secara resmi menyerahkannya. Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, meminta Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) untuk agresif menegosiasikannya dengan penyalur asal, jika memang benar maka segera memasukkan vaksin tersebut, dan meminta Badan Pengawasan Makanan dan Obat-Obatan (FDA) melangsungkan pemeriksaan, asalkan vaksin tersebut legal, aman dan masa berlakunya masih berlaku maka dapat segera digunakan untuk vaksinasi.