History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kapan AS Kirim Vaksin ke Taiwan, Gedung Putih: Akan Diumumkan Secara Resmi

  • 05 June, 2021
  • 譚雲福
Kapan AS Kirim Vaksin ke Taiwan, Gedung Putih: Akan Diumumkan Secara Resmi
Kapan AS Kirim Vaksin ke Taiwan, Gedung Putih: Akan Diumumkan Secara Resmi

(Taiwan, ROC) – Pemerintah AS pada tanggal 3 Juni merilis 7 juta dosis vaksin yang dikirim ke Asia, termasuk Taiwan. Berkaitan dengan kapan waktu penyerahan vaksin, Gedung Putih menyampaikan, akan diumumkan secara resmi pada saat pengiriman vaksin

Presiden AS Joe Biden (3/6) mengumumkan, pada akhir bulan Juni akan membagikan 80 juta dosis vaksin ke luar negeri, diantaranya sebanyak 7 juta vaksin dikirim ke Benua Asia, termasuk Taiwan, India, Malaysia, Vietnam dan lainnya. Akan tetapi masih memberitahu waktu penyerahan vaksin kepada negara dan kawasan khusus.

Media Taiwan melaporkan isu vaksin yang akan diterima Taiwan akan dikirim dalam 2 hari terakhir ini. Gedung Putih AS menekankan, akan diumumkan secara resmi saat pengiriman vaksin.

Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di AS, Hsiao Bii-khim mengatakan, berkaitan dengan vaksin, satu negara AS menghadapi banyak negara maka saat ini masih dalam tahap pengaturan, untuk rinciannya pemerintah AS dalam beberapa hari ini akan memberikan keterangan. Berkaitan kapan waktu penyerahan vaksin untuk Taiwan, Hsiao Bii-khim mengatakan, sedang diupayakan agar pihak AS dapat mempercepat pengiriman vaksin untuk Taiwan.

Gayle Smith selaku koordinator tanggap COVID global dan kesehatan, Kemenlu AS kemarin (4/6) dalam laporan singkat via telpon, ia menyampaikan bahwa memerlukan banyak langkah untuk pengiriman vaksin, ada banyak tahapan yang wajib dilakukan, pihaknya juga akan mempercepat penyerahan vaksin ini ke setiap negara.

Berkaitan dengan jumlah dosis vaksin yang diterima oleh setiap negara, terlebih dahulu Gayle Smith menekankan semua vaksin ini bukan komersial, tetapi adalah bantuan sumbangan. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemerintah setiap negara dan pakar kesehatan publik dan COVAX guna memahami vaksin dan rencana penerimaan dari setiap negara.

Berkenaan dengan Taiwan dan negara lainnya, Gayle Smith menyampaikan, putusan yang diambil adalah disesuaikan dengan mempertimbangkan kebutuhan kawasan setempat, tingkat urgensi dan efektivitas. Tujuan berbagi vaksin adalah untuk mengakhiri pandemi ini, bukan untuk kepentingan politik, mendapat dukungan politik dan lainnya, tetapi mengharapkan agar dapat meningkatkan optimalisasi cakupan vaksin ke seluruh dunia.

Komentar

Terbarumore