History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Positif King Yuan Electronics Mendekati Angka 50 Kasus, CEO : Saat ini Tidak Mempertimbangkan Penghentian Kerja

  • 04 June, 2021
  • 陳柏萇
Kasus Positif King Yuan Electronics Mendekati Angka 50 Kasus, CEO : Saat ini Tidak Mempertimbangkan Penghentian Kerja
Kasus Positif King Yuan Electronics Mendekati Angka 50 Kasus, CEO : Saat ini Tidak Mempertimbangkan Penghentian Kerja

 (Taiwan, ROC) – Infeksi klaster Pekerja Migran Asing (PMA) di perusahaan King Yuan Electronics Co., Ltd. (KEYC), hingga kemarin (3/6/2021) tercatat sebanyak 45 orang telah terdiagnosis positif, selain itu sebanyak 51 orang dinyatakan turut positif COVID-19 setelah menjalani rapid test. CEO King Yuan Electronics, C.K. Lee (李金恭) saat diwawancara melalui via telepon mengemukakan, pihaknya akan memperkuat kontrol area aktivitas PMA, dan melakukan penggiliran dan pemisahan perusahaan, tetapi pihaknya saat ini tidak akan mempertimbangkan untuk melakukan penghentian kerja

Biro Kesehatan Kabupaten Miaoli pada pagi hari ini (Jumat, 4/6/2021) membeberkan, seluruh karyawan KYEC diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan rapid test. Sejak dimulainya pemeriksaan hingga pukul 11 malam kemarin (3/6), jumlah orang yang telah diperiksa adalah 1915 orang, dan terdapat 51 orang yang menunjukkan hasil positif, dengan persentase positif mencapai angka 2.58%, yang terdiri dari 48 PMA, dan 3 karyawan lokal. Saat ini orang yang terdiagnosis positif telah dikarantina dan akan menjalani tes PCR.

CEO King Yuan Electronics, C.K. Lee (李金恭) saat diwawancara melalui via telepon mengemukakan, saat ini selain meminta seluruh pegawainya untuk melakukan pemeriksaan rapid test, pihaknya juga meminta masing-masing unit pengelola wajib untuk memperkuat pengawasan terhadap para PMA, melarang mereka untuk tidak keluar dari asrama, serta mematuhi peraturan pencegahan wabah COVID-19, bagi yang tidak mematuhi maka pihaknya akan melakukan “pemutusan kontrak kerja”.

Perihal pertanyaan dari dunia luar tentang apakah pihak KYEC akan melakukan pemberhentian pekerjaan, C.K. Lee (李金恭) membeberkan, “Pemberhentian pekerjaan akan menimbulkan dampak yang sangat besar”, permintaan luar negeri akan kapasitas produksi sangat tinggi, ini juga melibatkan perencanaan dan pengelolaan produksi internasional dan domestik. Maka dari itu, para karyawan akan pergi bekerja dengan cara bergiliran dan terpisah, serta semua penyajian makanan diubah menjadi bento, guna memastikan tidak akan terjadi insiden infeksi klaster.

Meski demikian, beberapa karyawan melalui akun Facebook mereka mengemukakan, lantaran masih perlu membayar asuransi dan kredit pemilikan rumah, meski takut tetapi tetap saja tidak berani untuk meminta cuti, pada saat bekerja juga takut akan membawa virus kepada keluarga mereka.

Komentar

Terbarumore