(Taiwan, ROC) -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou hari Rabu (2/6) menyampaikan, berkat upaya bersama pemerintah dan seluruh masyarakat Taiwan dalam melawan pandemi, upaya seluruh tenaga untuk mendapatkan vaksin. Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok, Kantor Urusan Taiwan dan instansi-instandi lainnya beberapa kali memberikan pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta yang menimbulkan kontradiksi dalam masyarakat sosial Taiwan, selain itu juga menganggu prosedur pembelian vaksin Taiwan, Kementerian Luar Negeri mengencam tindakan-tindakan ini.
Joanne Ou dalam jumpa press pagi hari tadi (2/6) menyampaikan, vaksin merupakan masalah yang menyangkut nyawa manusia, pemerintah dan instansi terkait tengah berupaya sekuat tenaga untuk dapat secepatnya menerima vaksin yang telah dibeli, dengan vaksin yang memadai baru dapat melindungi kesehatan masyarakat Taiwan. “Kami memberitahukan pemerintah Daratan Tiongkok untuk menghentikan tindakan yang menghalangi dalam upaya pencegahan pandemi karena tujuan politik.
Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu beberapa hari lalu menyampaikan bahwa tengah mempersiapkan kelebihan vaksin COVID-19 untuk diberikan pada Taiwan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok, Wang Wen-bin menyampaikan, “Dengan tegas menentang penggunaan epidemi dalam ajang politik dan campur tangan inernal Daratan Tiongkok.” Selain itu Media Italia juga melaporkan, di balik penolakan penjualan vaksin dari pabrik BNT di Jerman adalah Daratan Tiongkok.
Terkait terpecahkannya negosiasi vaksin antara Taiwan dan pabrik BioNTech (BNT) Jerman, Kepala Kantor Perwakilan Jerman untuk Taiwan, Thomas Prinz hari Rabu (2/6) melalui media sosial facebook menyampaikan, pemerintah Jerman telah berupaya keras untuk mewujudkannya, tetapi berhasil atau tidaknya penandatanganan kontrak tidak berada di bawah pengawasan pemerintah, melainkan bergantung pada kedua belah pihak.