(Taiwan, ROC) – Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) tanggal 27 Mei memprediksi, kemungkinan adanya kenaikan penumpang internasional setelah terpuruk akibat dampak dari pandemi COVID-19, diperkirakan pada tahun 2023 nanti sudah kembali pada titik tertinggi seperti tahun 2019.
Agence France-Presse (AFP) melaporkan, sehubungan dengan banyaknya negara dan kawasan global terpengaruh dengan merebaknya pandemi sehingga menerapkan perbatasan negara, untuk itu IATA memperkirakan tahun ini jumlah wisatawan internasional memulih hingga mencapai 52% dari standar sebelum muncul pandemi, dan akan meningkat lagi hingga tahun depan bisa mencapai 88%.
IATA menyampaikan, jumlah wisatawan pada tahun 2023 akan kembali seperti di masa sebelum pandemi, usai tahun 2020 kemarin diharapkan jumlah penumpang penerbangan internasional bisa mencapai 5,6 milyar penumpang.
Berdasarkan data statistik Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), hanya ada 1,8 milyar penumpang dari seluruh penerbangan global di tahun kemarin (2020), kurang lebih sama dengan standar di tahun 2003.
Kepala Pelaksana IATA, Willie Walsh menyampaikan, “Kami tengah mengatasi keterpurukan masa krisis yang paling parah, tetapi seiring dengan semakin bertambahnya warga dunia yang menerima vaksin dan berkembangnya pendeteksian.
Untuk saat ini, hampir semua orang sudah ingin berpergian, Willie Walsh mendorong agar semua pemerintahan negara di dunia untuk mempercepat tindakan membantu memulihkan penerbangan internasional.
IATA juga mengemukakan, pandemi telah membuat jumlah wisatawan berkurang banyak, setidaknya ada 2 – 3 tahun dalam satu dekade ini di mana maskapai penerbangan tidak dapat berkembang. IATA memperkirakan, pertumbuhan rata-rata tahunan jumlah wisatawan sebesar 3,2% selama tahun 2019 – 2039.