(Taiwan, ROC) -- Wakil Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Tsung-yen (陳宗彥) memimpin rapat konferensi pencegahan epidemi nasional yang diselenggarakan pada pagi hari tadi (Jumat, 28 Mei 2021). Dalam pertemuan tersebut, beliau menjelaskan peraturan baru terkait proses penerimaan dan mekanisme Lembaga Perawatan Jangka Panjang (PJP) kepada pemerintah kabupaten dan kota.
Chen Tsung-yen (陳宗彥) menyampaikan, selama periode tingkat waspada level 3, Lembaga PJP disarankan untuk tidak menerima penghuni baru. Jika perlu, maka calon penghuni lembaga perawatan jangka panjang tersebut harus dapat memberikan sertifikat laporan uji asam nukleat negatif sebelum dapat masuk dengan biaya sendiri. Chen Tsung-yen (陳宗彥) mengatakan, ”Jika memang ingin menerimanya, maka calon penghuni harus menjalani tes asam nukleat COVID-19 dengan biaya sendiri terlebih dahulu, dan memberikan laporan tes negatif dalam waktu tiga hari sebelum masuk ke Lembaga PJP. Setelah masuk, penghuni baru harus ditempatkan di ruang terisolasi atau kamar tunggal selama 14 hari, dan setelah tidak menunjukkan adanya gejala, baru dapat diatur untuk tinggal di dalam kamar umum.”
Jika ada penghuni yang pada awalnya sudah menetap atau tinggal di lembaga perawatan jangka panjang tetapi saat ini sedang menjalani perawatan atau pengobatan di rumah sakit, setelah keluar dari rumah sakit, mereka dapat melakukan tes PCR dengan tarif pelayanan publik. Jika tes PCR yang dilakukan menunjukkan hasil negatif, maka dapat kembali ke lembaga perawatan jangka panjang tanpa perlu dikarantina dan pemantauan lanjutan.
Selain itu, dalam konferensi pencegahan epidemi nasional tersebut, CECC juga sekali lagi menjelaskan kepada pemerintah daerah apa yang harus diperhatikan ketika mempublikasikan riwayat perjalanan orang yang dikonfirmasi, guna menghindari membocorkan informasi dan privasi pribadi orang-orang tersebut. Chen Tsung-yen (陳宗彥) juga menegaskan, CECC akan menandai kartu asuransi kesehatan daerah Wanhua sebagai kelompok berisiko tinggi, guna melindungi masyarakat di dalam negeri dan penduduk setempat. Hal ini memungkinkan staf medis untuk dapat melakukan penilaian yang lebih tepat, dan meminta setiap rumah sakit untuk secara aktif membantu kelompok berisiko tinggi Wanhua untuk mendapatkan perawatan medis dan tidak boleh menolak mereka.
Belakangan ini, banyak sekali organisasi swasta atau individu yang ingin membeli vaksin Pfizer–BioNTech untuk disumbangkan kepada pemerintah. Chen Tsung-yen (陳宗彥) menyampaikan, pengadaan vaksin harus dilakukan dengan sangat ketat, termasuk kualitas, keefektifan, pengiriman, penyimpanan, dan lain-lain, setiap langkah harus sangat berhati-hati dan juga harus dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan peraturan pengadaan pemerintah. Mengenai rumor bahwa Jepang bermaksud menyumbangkan vaksin ke Taiwan, Chen Tsung-yen (陳宗彥) menjawab “menantikan ada perkembangan yang baik.”
Bagi kalangan industri yang ingin masuk dalam daftar target prioritas vaksin, Chen Tsung-yen (陳宗彥) menegaskan bahwa saat ini masih memprioritaskan tenaga medis dan tim pencegahan epidemi, dan berharap semua lapisan masyarakat dapat mengerti, karena dengan melindungi tenaga medis dan tim pencegahan epidemi yang berdiri di garda terdepan, maka barulah jaringan pencegahan epidemi nasional dapat dibangun dengan baik.
Selain itu, Chen Tsung-yen (陳宗彥) juga mengumumkan, Konferensi Pencegahan Epidemi Nasional telah membahas dan mencapai konsensus tentang banyaknya topik yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Mulai minggu depan konferensi tersebut akan diadakan pada hari selasa dan jumat, jika masih ada tempat atau daerah terkait yang membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, maka dapat mengusulkannya sewaktu-waktu, dan CECC akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu. .