(Taiwan, ROC) – Menurut pemberitaan media Jepang, orang-orang yang terkait dari pemerintah dan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang pada tanggal 27 Mei kemarin mengemukakan, pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk memberikan vaksin Astra Zeneca (AZ) untuk Taiwan. Kepala Kantor Perwakilan Taiwan untuk Jepang, Frank Hsieh (謝長廷) melalui postingan Facebooknya menyampaikan, jika dirinya tidak berkomentar atau mengkonfirmasi hal tersebut, juga menegaskan jika hal semacam ini biasanya akan dilaksanakan dengan Low-Key, dan tidak akan dihitung sampai vaksin tersebut sudah dikirim dan sampai ke Taiwan, tetapi juga menegaskan jika dirinya menyambut baik dan berterima kasih atas niat baik pihak Jepang.
Media “Sankei Shimbun” Jepang melaporkan dalam laporan berskala besar hari ini (28/05/2021), setelah pihak Jepang memastikan bahwa vaksin dari farmasi lain mencukupi untuk masyarakatnya, maka vaksin AZ yang semula ditetapkan untuk digunakan di Jepang akan diberikan kepada Taiwan, dan hal tersebut telah menarik perhatian dunia luar. Media Jepang lainnya, “Mainichi shinbun” juga memberitakan berita yang serupa.
Mengenai hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Taiwan untuk Jepang, Frank Hsieh (謝長廷) menanggapi pertanyaan-pertanyaan dunia luar dengan akun Facebooknya, beliau menyampaikan jika dirinya tidak berkomentar atau mengkonfirmasi hal tersebut. Namun, karena mendapatkan banyak pertanyaan secara terus-menerus dari dunia luar, dirinya pun mengatakan: “Hal semacam ini biasanya akan dilaksanakan dengan Low-Key, baru dapat terhindar dari campur tangan politik, lagipula detil jumlah, waktu, subyek, dan cara pelepasan yang diberikan cukup rumit, maka hanya bisa berpacu dengan waktu, dan tidak akan dihitung sampai vaksin tersebut sudah dikirim dan sampai ke Taiwan.”
Frank Hsieh (謝長廷) menegaskan kembali, Taiwan memiliki populasi 23 juta jiwa, satu orang perlu disuntik sebanyak dua kali dan pada dasarnya membutuhkan 46 juta dosis vaksin. Demi keselamatan dan kesehatan rakyat Taiwan, memperjuangkan vaksin adalah misi dari otoritas yang berwenang. Frank Hsieh (謝長廷) juga menuturkan, jika apa pemberitaan tersebut benar adanya, maka dapat disebut dengan istilah “Turun Hujan di Saat yang Tepat”.
Frank Hsieh (謝長廷) menambahkan, Taiwan dan Jepang selalu memiliki tradisi saling membantu di saat-saat darurat, merupakan siklus kebajikan dan akan menimbulkan hal yang positif untuk persahabatan Taiwan-Jepang dan perdamaian dunia. Saya percaya jika ada banyak masyarakat Taiwan sama seperti saya, sangat menyambut baik dan sangat berterima kasih atas niat baik dari pihak Jepang.