(Taiwan, ROC) – Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) dalam jumpa press usai rapat nasional pencegahan epidemi, Wakil Komandan CECC, Chen Tsung-yen hari Rabu (26/5) menyampaikan, CECC dan pemerintah daerah mengambil kesepakatan dalam tugas pembebasan karantina bagi kasus yang dikonfirmasi, selanjutnya masih akan mengelar rapat tim khusus untuk membahas metode pemisahan yang sama serentak agar untuk memudahkan pemda dalam pelaksanaan, serta membantu penerapannya melalui instansi kesehatan.
Chen Tsung-yen mengatakan, “Apabila jarak antara dikonfirmasi dengan timbulnya gejala atau permeriksaan lebih dari 10 hari, dan hasil tes PCR dengan Ct 30 atau lebih maka dapat memasukki proses pembebasan karantina, dengan melakukan swakontrol kesehatan mandiri selama 7 hari, dengan menggunakan cara seperti ini dapat meningkatkan efisiensi pengaturan ranjang pasien. Sedangkan untuk Ct di bawah 30, seperti ketentuan sebelumnya, jika Ct kurang dari 30 maka akan ditempatkan dalam pusat karantina.”
Chen Tsung-yen mengemukakan, dalam rapat juga membahas jalur hijau dari pusat karantina ke rumah sakit, metode kerja sama dan penanganan darurat dari rumah sakit sekitar pusat karantina, pusat tanggap darurat medis di 6 distrik harus membantu komandan jaringan pencegahan dan pengendalian penyakit menular dalam pengaturan ranjang pasien darurat. Selain itu dalam penanganan penerimaan atau pengalihan pasien terkonfirmasi dari kota Taipei dan New Taipei ke tempat yang memadai, tim tanggap darurat CECC akan meminta kedua kota ini untuk merinci lokasi pusat karantina dan akan meningkatkan penempatan hotel karantina, setelah menginventarisasi kemampuan medis yang ada, baru kemudian akan membahasnya lebih lanjut.
Chen Tsung-yan juga mengungkit, menyesuaikan dengan perpanjangan masa waspada epidemi tingkat ketiga, Biro Urusan Sipil, Kementerian Dalam Negeri juga bersama unit-unit Urusan Sipil dari 22 kota dan kabupaten telah mencapai kesepakatan bahwa larangan bagi umum untuk masuk dalam tempat-tempat ibadah hingga 14 Juni 2021, begitu pula untuk larangan pelaksanaan upacara pemakaman umum di seluruh kota dan kabupaten, upacara hanya boleh diikuti oleh pihak keluarga. Chen Tsung-yen mengungkapkan, selama masa ini ia berharap masyarakat dapat memaklumi dan mohon kerja samanya untuk lebih berhati-hati.