History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: Terima Kasih Atas Dukungan Negara Sahabat Bagi Partisipasi Taiwan di WHA

  • 25 May, 2021
  • 尤繼富
MOFA: Terima Kasih Atas Dukungan Negara Sahabat Bagi Partisipasi Taiwan di WHA
MOFA: Terima Kasih Atas Dukungan Negara Sahabat Bagi Partisipasi Taiwan di WHA

(Taiwan, ROC) --- Sidang WHA ke 74 resmi dibuka perdana pada tanggal 24 Mei 2021. Proposal untuk mengundang Taiwan sebagai pengamat dalam Sidang WHA pun diberitakan tidak disertakan dalam agenda rapat.

Pada tanggal 25 Mei 2021, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) – Joanne Ou (歐江安) mengungkapkan terima kasihnya kepada Kepulauan Marshall dan empat negara lainnya yang telah memberikan dukungannya terhadap Taiwan.

Mereka menyerukan agar Taiwan diikutsertakan dalam agenda WHO, meliputi pertemuan teknis maupun kegiatan atau mekanisme WHO lainnya. Partisipasi Taiwan diyakini dapat mempermudah upaya dunia dalam memberantas pandemi COVID-19.

Menjawab pernyataan yang dilontarkan pihak RRT di WHA, Joanne Ou menambahkan, bahwasanya itu semua tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Otoritas RRT disinyalir hendak menyesatkan komunitas dunia. Pernyataan RRT tersebut juga mendapat kecaman dan penolakan dari negara-negara anggota yang mengikuti pertemuan akbar tersebut.

Di hari pertama pembukaan Sidang WHA, empat negara sahabat meliputi Republik Kepulauan Marshall, Saint Kitts and Nevis, Nauru dan eSwatini menggelar rapat debat dengan otoritas RRT, guna membahas proposal untuk mengundang partisipasi Taiwan dalam WHA.

Menanggapi hal di atas, MOFA menyampaikan, seruan yang dilontarkan oleh negara sahabat merupakan bagian penting bagi pencegahan pandemi COVID-19 di seluruh dunia.

Namun sayangnya, proposal tersebut pada akhirnya tidak disertakan dalam agenda pembahasan di rapat utama WHA. Sekali lagi MOFA mendesak agar Taiwan diikutsertakan dalam Sidang WHA dengan status pengamat.

MOFA juga menekankan, dunia internasional sudah seharusnya menyertakan Taiwan dalam kegiatan akbar WHO, meliputi pertemuan teknis, mekanisme maupun aktivitas lainnya. Apalagi hal tersebut juga dinilai telah sesuai dengan semangat WHO sendiri, yakni mendorong kesetaraan kesehatan bagi seluruh umat manusia.

Juru bicara MOFA Joanne Ou mengatakan, “Taiwan bersedia bekerja sama dengan negara lain, guna mengatasi segala tantangan yang disebabkan oleh penularan pandemi COVID-19. Kami juga bersedia memberikan kontribusi positif bagi pencegahan dan pemulihan epidemi global.”

Menteri Kesehatan Republik Kepulauan Marshall dan Saint Kitts and Nevis menyampaikan, pengesampingan WHO atas partisipasi Taiwan telah merugikan 23 juta warga Taiwan. Hal tersebut tentu sangat bertolak belakang dengan prinsip WHO dalam menegakkan kesetaraan kesehatan bagi seluruh warga dunia.

Mereka juga melanjutkan, jika dibandingkan dengan kondisi di banyak negara, respons Taiwan dalam menangani penyebaran COVID-19 terbilang lebih cepat dan efektif.

Dan memanasnya wabah penyebaran virus korona di Taiwan pada pekan kemarin, memperlihatkan bahwa epidemi tidak membedakan status, wilayah atau letak geografis.

Menteri Kesehatan Nauru dan eSwatini di lain pihak menyampaikan, Taiwan dalam waktu dekat ini terus memperkuat partisipasi mereka dalam jaringan kesehatan dunia. Namun sayangnya, masih ada tekanan politik dari pihak tertentu yang berupaya menggagalkan perjuangan tersebut.

Tantangan demi tantangan yang dilancarkan hanya akan menghancurkan kerja sama komunitas dunia dalam meningkatkan jaminan keamanan kesehatan global. Mereka juga menekankan, partisipasi Taiwan di Sidang WHA adalah murni permasalahan kesehatan, bukan ajang politik berebut kepentingan.

Komentar

Terbarumore