(Taiwan, ROC) --- Para pemimpin Amerika Serikat dan Korea Selatan menyatakan keprihatinan mereka terhadap situasi stabilitas perdamaian di Selat Taiwan. Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, John Kirby menyampaikan, kebijakan AS terhadap Taiwan tidak akan pernah berubah.
Negeri Paman Sam menekankan ketidak-setujuan mereka terhadap upaya sepihak yang ingin mengubah situasi yang ada saat ini. AS berkomitmen akan terus memberikan bantuan kepada Taiwan, guna memperkuat kemampuan pertahanan yang ada.
Pada tanggal 21 Mei 2021 (waktu Amerika bagian timur) Presiden AS Joe Biden menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Gedung Putih. Dalam pertemuan pers yang digelar, Presiden Moon Jae-in menyampaikan kesetujuannya terhadap pemeliharaan situasi perdamaian di Selat Taiwan.
Mengingat karakteristik hubungan antar Taiwan dengan RRT, pihak Korea Selatan memutuskan untuk menggelar kerja sama dengan AS guna meredam polemik yang berkembang saat ini. Dalam pernyataan bersama, AS dan Korea Selatan juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian stabilitas di seluruh kawasan Selat Taiwan.
Saat ditanya wartawan perihal makna dari pertahanan militer atau konflik di Selat Taiwan, Jubir John Kirby melontarkan jika Korea Selatan adalah pihak yang lebih kompeten memberikan jawaban tersebut.
Jubir John Kirby menambahkan, kebijakan AS terhadap Taiwan tidak akan pernah berubah dan tetap mempertahankan status quo mereka. Amerika Serikat juga akan terus berpegang pada prinsip yang fundamental, meliputi UU Hubungan Taiwan, Three Communiqués dan Enam Jaminan, guna membantu Taiwan mengembangkan kemampuan pertahanan mereka.