History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pakar Berikan 3 Tips Mengurangi Beban Pikiran Saat Orang Tua Harus WFH Sembari Menjaga Anak

  • 22 May, 2021
  • 譚雲福
Pakar Berikan 3 Tips Mengurangi Beban Pikiran Saat Orang Tua Harus WFH Sembari Menjaga Anak
Pakar Berikan 3 Tips Mengurangi Beban Pikiran Saat Orang Tua Harus WFH Sembari Menjaga Anak

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan kondisi pandemi yang terus memanas, ditambah lagi dengan dinaikkannya level kewaspadaan pandemi menjadi level 3, membuat kehidupan menjadi tidak nyaman, khususnya orang tua yang kini harus bekerja dari rumah atau WFH, sembari menjaga anak-anak yang kini diwajibkan untuk belajar di rumah.

        Psikiater menyampaikan jika kondisi saat ini justru paling membutuhkan sikap disiplin dan manajemen waktu secara ketat, jika tidak maka tidak hanya pekerjaan menjadi terganggu, kondisi anak-anak juga turut menjadi berantakan, sehingga memicu emosi orang tua. Psikiater juga menyarankan jika ada ruang kosong, boleh menggunakannya sebagai kamar privasi, setiap anggota keluarga boleh menggunakannya secara bergiliran, sehingga aktivitas bekerja dan belajar tidak terganggu.

        Tingkat waspada pandemi telah berada di Level 3, maka seluruh aktivitas sekolah dihentikan, banyak orang tua yang biasanya bekerja di luar, kini ada sebagian yang harus bekerja di rumah.

        Ketua Taiwan Counseling Psychology Association Lee Yuh-chain pada hari Jumat tanggal 21 Mei saat diwawancara menyampaikan bahwa keadaan saat ini bagaikan masa liburan musim panas atau musim dingin yang diperpanjang. Ia menyarankan kepada orang tua, tugas pertama yang wajib dilakukan adalah menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan, sehingga anak anak yang awalnya mengikuti sistem yang diterapkan di sekolah, masih tetap dapat menjalankan kegiatannya sendiri secara teratur.

        Yang ke dua adalah melakukan manajemen waktu, Lee Yuh-chian menjelaskan pada umumnya ada 80% waktu yang digunakan oleh masyarakat hanya untuk hal-hal yang tidak penting. Tetapi di tengah kondisi seperti saat ini, seharusnya lebih menyadari pentingnya sisa waktu yang tadinya hanya berjumlah 20%, untuk menyelesaikan berbagai tugas yang wajib dijalankan.

        Lee Yuh-chian menyebutkan poin ke tiga adalah waktu komunikasi dan musyawarah di dalam keluarga. Karena pandemi merebak, tingkat kekerasan rumah tangga pun ikut bertambah banyak. Tingkat waspada pandemi yang dinaikkan ke level tiga, maka masyarakat mengurangi aktivitas luar rumah, tetapi justru akan mempermudah pemicuan berbagai perselisihan dalam keluarga. Yang dimaksudkan adalah, masa ini adalah sebuah kesempatan untuk berlatih komunikasi dan musyawarah dalam keluarga, misalnya menetapkan berbagai peraturan di dalam rumah, jika terjadi keributan, maka setiap orang bisa masuk ke dalam kamar masing-masing, menghindari permasalahan membesar. Selain itu, menggunakan kamar privasi tadi untuk bekerja atau belajar, sehingga tidak terganggu, sekaligus menjadwalkan waktu 1 jam per hari untuk melakukan komunikasi dan musyawarah berkenaan dengan permasalahan yang membuat ketidaknyamanan dalam keluarga.

Komentar

Terbarumore