(Taiwan, ROC) -- Kementerian Pendidikan hari Jumat (21/5) pagi mengumumkan data terbaru, jumlah pelajar yang terpapar COVID-19 terhitung dari 20 April – 20 Mei 2021 pukul 5.30 sore kemarin berjumlah 72 orang, bertambah 17 orang dibandingkan dengan data sebelumnya.
Untuk menekan risiko penularan komunitas, Kementerian Pendidikan pada tanggal 19 Mei 2021 menghentikan belajar mengajar di sekolahan hingga tanggal 28 Mei, salah satu alasan menerapkan kebijakan ini karena ada cukup banyak pelajar yang positif COVID-19. Pusat Keamanan Sekolah - Kementerian Pendidikan hari ini (21/5) pagi merevisi data jumlah yang ada hingga pukul 5.30 sore kemarin (20/5) sebesar 72 pelajar yang positif 62 diantaranya karena penularan dalam negeri, 10 lainnya impor dari luar negeri. Jika dilihat dari jenjang tingkatan, untuk jenjang diploma/universitas menempati paling banyak, peningkatannya juga paling besar. Saat ini sudah ada 36 mahasiswa yang terpapar COVID-19, sedangkan untuk SMA ada 7 pelajar, SMP 9 pelajar, SD 12 pelajar, TK 8 orang. Kementerian Pendidikan tidak mengumumkan nama sekolah dari siswa-siswa yang positif.
Sekarang ini berbagai jenjang tingkatan sekolah menggunakan cara kelas secara online, tidak perlu ke sekolah. Menteri Pendidikan Pan Wen-chung sudah berkali-kali dalam rapat mengimbau agar para mahasiswa baik yang tinggal di asrama sekolah maupun di kos atau rumah untuk sedapat mungkin tidak berpindah. Pelajar tingkat SMA ke bawah juga sedapat mungkin mengurangi keluar atau kegiatan di luar rumah, menghindari tempat-tempat ramai.