(Taiwan, ROC) Menanggapi Taiwan memasuki siaga level III skala nasional menggelar pers rilis perdana pada hari Kamis ini (20/5), yang dipimpin oleh Deputi Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral(CECC) Chen Chung-yan (陳宗彥), ia mengatakan, dalam rapat bersama dengan pemda kota kabupaten menghasilkan 6 kesimpulan, mencakup angka kasus terinfeksi atau rekam jejak yang ditelusuri oleh pasien, meminta pemda untuk mendirikan pos pemeriksaan kesehatan serta memberi laporan kepada CECC untuk dievaluasi.
Penularan lokal di Taiwan semakin memanas, tingkat kewaspadaan secara nasional masuk siaga III, CECC mulai hari kamis ini (20/5) setiap pagi hari membuka rapat pencegahan pandemi bersama pemda setempat, rapat dipimpin oleh Deputi Komandan CECC Chen Chung-yan dan Wakil Menteri MOHW Shih Chung-liang yang akan mengintegrasikan sumber pencegahan pandemi, laporan perkembangan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan mengklarifikasikan berita palsu.
Usai rapat pencegahan pandemi siaga III nasional, deputi komandan CECC Chen Chung-yan membuka konferensi pers dan menyampaikan hasil rapat. Chen mengatakan, ada 6 kesimpulan yang disepakati: 1. Meminta semua pemda untuk segera menginventarisasi pos pemeriksaan kesehatan dan memberikan laporan kepada CECC untuk dievaluasi. 2. Mengenai standar pemeriksaan kesehatan, diantar ke rumah sakit, prosedur perawatan dan pusat karantina, meminta agar unit CECC segera berkoordinasi dengan pemda setempat dan CECC juga akan menginventarisir lahan kosong yang tersedia. 3. Berkaitan dengan kebutuhan pencegahan pandemic yang diperlukan pemda setempat mencakup tenaga medis, petugas kebersihan, hotel yang difungsikan untuk karantina, mulai dari alat perlengkapan untuk petugas, alat PCR reagen dan lain-lain, meminta CECC memfasilitasi segala peralatan yang dibutuhkan pada waktu yang tepat. 4. Berkaitan dengan sumber medis keseluruhan, akan diinventarisir dan didistribusi oleh MOHW. 5 . CECC pada tanggal 16 Mei memberi wewenang kepada pemda setempat mempublikasikan rekam jejak di tempat umum dari pasien positif terinfeksi, lalu dibagikan kepada semua pemda sebagai bahan referensi. 6. Minta agar setiap pemda setempat memprioritaskan tenaga medis di garda terdepan untuk mendapat vaksin, selanjutnya setelah vaksin tiba akan mengevaluasi golongan masyarakat yang dinilai rentan untuk memperoleh vaksin yang didanai anggaran publik.
Berkaitan dengan perluasan pendirian pos pemeriksaan kesehatan, Chen Chung-yan menjelaskan, yang disebut dengan hot zone adalah area dengan angka positif terinfeksi mencapai jumlah tertentu atau menjadi lokasi yang sering disambangi oleh pasien positif terinfeksi, maka meminta agar pemda setempat memperlaju pendirian pos pemeriksaan kesehatan, tetapi yang diperiksa adalah mereka yang bergejala atau warga yang pernah mengunjungi area rentan, meminta agar warga tidak panik untuk memeriksa kesehatan agar pos pemeriksaan kesehatan ini dapat difungsikan secara optimal.
Selain itu, Chen Chung-yuan mengatakan, dalam rapat ada kesepakatan, kedepan setelah ke pos pemeriksaan kesehatan, bagi yang dinyatakan sebagai orang positif terinfeksi maka pemda setempat wajib membawa yang bersangkutan ke rumah sakit rujukan atau pusat karantina dalam waktu 6 jam, agar menghindari penularan penyakit.