(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat Joe Biden tanggal 17 Mei menyampaikan, akan mengirimkan 20 juta dosis vaksin keluar negeri sebelum akhir Juni. Ini merupakan untuk perdana vaksin bersertifikat resmi Amerika Serikat dikirim ke luar negeri. Terkait hal ini Kepala Kantor Perwakilan ROC untuk Amerika Serikat, Hsiao Bi-khim mengemukakan bahwa tengah menegosiasikannya.
Pada pengiriman vaksin AS kali ini semua telah mendapatkan sertifikat resmi dari Amerika Serikat sepetri Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson. Sebelumnya Gedung Putih pernah mengumumkan pada April lalu bahwa akan berbagi 6 juta dosis vaksin AstraZeneca, tetapi vaksin AZ belum memiliki sertifikasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) AS.
Terhadap AS yang akan mengeluarkan vaksin lagi ke luar negeri, Kepala Kantor Perwakilan ROC untuk AS, Hsiao Bi-khim ketika menjawab pertanyaan dari Media, apakah menyampaikan kebutuhan Taiwan, Hsiao mengatakan telah berupaya menegosiasikan dengan pihak AS. Ia juga mengungkapkan, yang bertanggung jawab atas pembelian vaksin domestik adalah Kementerian Kesehatan, kantor perwakilan hanya bertugas untuk menegosiasikan agar mempercepat pemenuhan kebutuhan Taiwan.
Beberapa hari ini kasus terdiagnosis COVID-19 karena penularan dalam negeri meningkat tinggi sehingga kebutuhan akan vaksin juga turut meningkat. Wakil Menteri MOHW, Hsueh Jiu-yuan saat di Yuan Legislatif beberapa hari lalu membeberkan, Taiwan telah membeli 5,05 juta dosis vaksin Moderna yang sebelumnya diperkirakan barang tiba pada Mei, mungkin sekarang harus menunggu setidaknya hingga bulan Juni.
Hsiao Bi-khim tanggal 14 Mei lalu menyampaikan, Taiwan telah membeli 2 tahap vaksin dari Amerika Serikat, di antaranya ada vaksin AZ yang sebagian kecil sudah diterima sedangkan vaksin Moderna diperkirakan Juni baru dapat diserahkan pada Taiwan. Tugas yang paling penting sekarang adalah berupaya keras agar dapat menerima barang tersebut.