History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Chen Shih-chung: Kota Taipei Akan Gunakan Rapid Test Kit Kurangi Resiko

  • 15 May, 2021
  • 譚雲福
Chen Shih-chung: Kota Taipei Akan Gunakan Rapid Test Kit Kurangi Resiko
Chen Shih-chung: Kota Taipei Akan Gunakan Rapid Test Kit Kurangi Resiko

        (Taiwan, ROC) – Dalam beberapa hari terakhir ini, Taiwan mendadak dilaporkan ditemukan kasus COVID-19 lokal, yang mana proses penularannya terjadi melewati perkumpulan atau sempat berada di dalam ruang yang sama cukup lama atau mungkin juga ada yang melakukan interaksi baik langsung maupun tidak langsung. Karena kasus yang bermunculan tersebut, mendadak menjadi banyak, dan setelah dilakukan tes uji kepada pasien, hasil tes banyak yang menunjukkan jika varian virus yang ada sama dengan kasus positif pertama yang ditemukan di kawasan Wanhua, Taipei, sehingga tanpa disadari banyak warga yang mengibaratkan distrik Wanhua bagaikan kawasan beranjau.

        Berkenaan dengan hal ini, Komandan CECC Chen Shih-chung pada hari Jumat tanggal 14 Mei menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan pihak Pemerintah Kota Taipei, dan memutuskan akan menggunakan sistem pengetesan melalui rapit test kit, guna bisa mengurangi masa tenggang waktu untuk menunggu hasil tes uji lainnya. Yang perlu diperhatikan adalah, usai melakukan tes dengan rapid test kit, maka tetap disarankan untuk bisa melakukan pemeriksaan dengan metoda lainnya, seperti SWAB atau Asam Nukleat.

        Jumlah kasus lokal di Taiwan sendiri meledak, dimana pada tanggal 14 Mei bertambah 29 kasus COVID-19 lokal, dan 16 di antaranya memiliki hubungan dengan komunitas atau perkumpulan atau kegiatan di gerai teh yang ada di distrik Wanhua.

        Agar dapat dalam waktu cepat, dinding penghalang dapat segera terbangun, maka Komandan CECC Chen Shih-chung dalam jumpa persnya tanggal 14 Mei juga menjelaskan jika pihaknya telah melakukan pertukaran informasi dengan pihak Pemerintah Kota Taipei, barulah diambil kesepakatan akan melakukan tes bersama dengan metoda rapid test kit terlebih dahulu, yang dimaksudkan untuk dapat menenangkan kondisi psikologis masyarakat, sembari menantikan hasil tes uji lainnya, misalnya tes uji asam nukleat.

        Chen Shih-chung mengatakan, “Terkait rapd test kit, karena yang kini kami perlukan adalah efisien dan cepat, maka terpilihlah rapid test kit, meskipun diketahui jika hasil tes bisa positif palsu atau negatif palsu. Oleh sebab itu, untuk kawasan Taipei, mereka akan menggunakan 2 sistem pengetesan. Setelah menyaring sebagian orang, tentu akan ada orang-orang yang masih harus terus melanjutkan pengetesan dengan sistem lainnya untuk memastikan hasil yang ada. Dengan adanya rujukan hasil tes uji dari rapid test kit, yang terkait sembari menunggu menjalani pengetesan ke dua, maka setidaknya kembali bisa mengurangi resiko di masa-masa penantian.”

        Dari pihak FDA sendiri, ada 8 produk rapid test kit yang diberikan izin penggunaannya. Ada pengusaha yang bertanya apakah masing-masing orang boleh pergi ke apotek untuk membeli rapid test kit yang dibutuhkan? Berkenaan dengan hal ini, Juru Bicara CECC Chuang Jen-hsiang menjelaskan bahwa rapid test kit baru lebih cocok digunakan jika orang tersebut memiliki gejala sakit selama 5 hari, karena jika tidak memiliki gejala sakit kemudian melakukan pengetesan, maka hasilnya tidak bisa dipastikan. Untuk itu, kelak ke depannya tugas ini akan dijalankan oleh Departemen Kesehatan setempat, hasil tes juga harus dilaporkan, dan disarankan untuk dapat melakukan tes uji asam nukleat.

        Selain itu, pada tanggal 14 Mei dilaporkan ada 3 kasus dalam kondisi akut, 2 kasus yang harus mendapat penanganan dengan penggunaan selang, semuanya berada di dalam rumah sakit yang sama dengan kasus Keelung yang pertama kali dilaporkan belum lama ini. Oleh sebab itu, ada media yang menanyakan jika dalam kondisi pandemi menghangat seperti ini, apakah stok jumlah Remdesivir mencukupi? Ketua Bidang Pemantauan Pandemi Chou Jih-hao menjelaskan, melihat penambahan kasus yang ada di Taiwan, sekalipun hingga mencapai 30 kasus baru dalam sehari, maka biasanya akan ada 1/10 pasien kasus COVID-19 yang membutuhkan Remdesivir. Jumlah stok yang dimiliki oleh Taiwan masih bisa mencukupi hingga akhir bulan Juli.

Komentar

Terbarumore