(Taiwan, ROC) -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat merilis “Laporan Kebebasan Beragama Internasional 2020” pada tanggal 12 Mei Waktu Standar Timur AS. Terkait laporan yang ada kaitan nya dengan Taiwan, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan mengemukakan, laporan tersebut menegaskan kinerja kebebasan beragama di Taiwan, termasuk upaya dan tindakan Taiwan dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi umat Islam. Dalam laporan tersebut juga menyebutkan, jika Wakil Presiden Taiwan, William Lai Ching-te (賴清德) dan Menteri Luar Negeri, Joseph Wu (吳釗燮) masing-masing pada acara Sarapan Doa Nasional (National Prayer Breakfast) 2020, dan “Konferensi Tingkat Menteri ke-3 tentang Mempromosikan Kebebasan Beragama” menyampaikan, bahwa Taiwan bersedia bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pemikiran yang serupa seperti negeri Paman Sam, untuk mempertahankan kebebasan beragama global dari otoritarianisme.
Kemenlu menuturkan, Taiwan dan Amerika Serikat memiliki nilai-nilai inti seperti demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia (HAM), serta saling bekerja sama dengan erat dalam mempromosikan kebebasan beragama global. Misalnya, Taiwan telah berpartisipasi dalam “Konferensi Tingkat Menteri tentang Promosi Kebebasan Beragama” yang dipromosikan oleh AS selama tiga tahun berturut-turut, dan pada tahun 2019 menyelenggarakan “Dialog mengenai Mempertahankan Kebebasan Beragama Masyarakat Sipil di Kawasan Indo-Pasifik”, memperluas kerjasama kebebasan beragama antara kedua belah pihak pada kawasan Indo-Pasifik. Juru bicara Kemenlu Taiwan, Joanne Ou (歐江安) mengatakan, “Taiwan di atas fondasi dasar yang dalam dan kokoh, akan memperdalam kerja sama persahabatan antara Taiwan dan Amerika Serikat.”