(Taiwan, ROC) – Mengenai adanya 2 kasus yang didiagnosis positif COVID-19 dari Rumah Sakit Kota Taipei Cabang Heping, pemerintah kota Taipei merespon dengan sangat cepat, pihaknya kemarin malam (13/5) segera mengadakan rapat dengan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC). Komandan CECC, Chen Shih-chung (陳時中) pada pagi hari ini (Jumat, 14/5/2021), berangkat menuju Balai Kota Taipei untuk membahas penangganan lanjutan dengan Walikota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲). Saat setelah rapat berakhir, pihak nya langsung menggelar konferensi pers dan dihadapan banyak wartawan menjelaskan, mereka berdua sepakat untuk mengurangi risiko penularan dari RS Heping tersebut ke angka nol. Chen Shih-chung (陳時中) juga menegaskan, dalam keadaan yang tidak dapat dikendalikan, maka penutupan rumah sakit merupakan upaya terakhir, saat ini RS Heping tidak memiliki masalah tersebut.
Qu Da-cheng (璩大成), selaku Wakil Kepala RS Lianhe Taipei saat menghadiri konferensi pers tersebut membeberkan, dua pasien tersebut berobat ke IGD sekitar tanggal 9 Mei yang lalu, keduanya menderita demam, diare, dan gejala lainnya, salah satu diantaranya ada yang menderita infeksi saluran kemih. Saat itu, lantaran tidak memiliki riwayat perjalanan yang jelas, ditambah tidak adanya tanda-tanda radang paru-paru setelah diperiksa, maka mereka pun dirawat inap kan di rumah sakit dan tinggal di kamar yang berbeda. Sampai pada gejalanya tidak terkontrol dengan baik, dan gejala-gejala lainnya satu demi satu muncul, ditambah pada akhirnya diketahui jika mereka memiliki riwayat perjalanan di distrik Wanhua dan Yilan, mereka pun segera diperiksa dan didiagnosis positif. Pihak RS pun segera menjalankan rencana penangganan darurat untuk seluruh rumah sakit.
Qu Da-cheng (璩大成) menyampaikan, RS telah memindahkan dua pasien yang dikonfirmasi positif ke ruang isolasi tekanan negatif, dan para pasien umum yang sempat berada di dalam satu ruangan yang sama dengan mereka pun sudah dipindahkan ke tempat isolasi (satu orang satu ruangan). Pihak RS juga telah mengklasifikasikan staf medis menurut tingkat kedekatan kontak dan eksposur risiko. Saat ini gelombang pertama yang dinilai “berisiko tinggi” telah menjalani pemeriksaan, dan tidak ada yang dikonfirmasi, dan pemeriksaan untuk gelombang kedua sedang dilakukan, serta akan dilakukan sampai semua nya telah diperiksa. Qu Da-cheng (璩大成) mengatakan, ”Ini menggunakan konsep lingkaran konsentris, tentu saja kami berharap dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Namun, lingkaran yang terletak di tengah konsep lingkaran konsentris ini memiliki lingkup ruang kontak yang sangat rapat. Baru saja tadi dilaporkan, jika lingkaran tersebut telah diperiksa, dan kami akan melaksanakan pemeriksaan pada lingkaran ke dua. Pemeriksaan pada lingkaran pertama tidak ada yang terdiagnosia positif. Kami akan menyelesaikan semua pemeriksaan secara bertahap berdasarkan klasifikasi kontak dekat atau eksposur risiko.”
Wakil Walikota Taipei, Huang Shan-shan (黃珊珊) menuturkan, para petugas medis terkait harus melakukan swakontrol kesehatan mandiri, dan gelombang pertama pada 13 Mei malam sudah diantarkan ke tempat karantina, dan 14 Mei pagi tadi ada 20 orang yang juga sudah diantarkan. Petugas medis yang perlu swakontrol kesehatan mandiri, akan tinggal di pusat karantina Anxin dan hotel pencegahan epidemi.