(Taiwan, ROC) -- Draf buku putih pertahanan Jepang tahun 2021 dipublikasikan, isi buku putih mengungkap aktivitas militer RRT di sekitar perairan Taiwan semakin intensif, pertama kali memuat situasi perkembangan stabilitas Taiwan memberi dampak pada stabilitas komunitas internasional dan jaminan keamanan Jepang, Jepang sangat menyoroti kondisi ini.
Media Sankei Shimbun kemarin (13/5) memberitakan, buku putih versi baru (buku putih pertahanan nasional) memuat konflik hubungan RRT-AS lebih mendetail, dalam isi mengungkapkan, semakin jelas persaingan RRT-AS dalam sektor politik, ekonomi dan militer. Selain itu, Jepang semakin kuatir dengan keamanan RRT. Isi buku putih versi baru ini dijadwalkan akan dilaporkan dalam rapat kabinet bulan Juli mendatang.
Dilaporkan, bulan lalu pertemuan tingkat tinggi AS-Jepang membuat pernyataan bersama, selang 52 tahun pertama kali membahas “Taiwan”, mendapat pengaruh ini, dalam buku putih pertahanan nasional Jepang tahun 2021 menekankan situasi perkembangan stabilitas Taiwan memengaruhi keamanan Jepang. Buku putih versi baru juga menyebutkan, keseimbangan militer lintas selat bermanfaat untuk arah perubahan RRT, maka Jepang wajib memonitor sikap AS dalam menyokong pengadaan alutsista Taiwan.
Selain itu, buku putih pertahanan ini juga memuat, pulau Diaoyu dan sekitarnya pihak RRT bersikeras mengubah status quo secara sepihak, hal ini membuat Jepang sangat kuatir dan mengecam aparat keamanan laut RRT di perairan pulau Diaoyu yang mengklaim kedaulatan sendiri, tindakan ini melanggar peraturan internasional.
Berkaitan dengan Korea Utara, dalam buku putih pertahanan menyebutkan, KorUt pada bulan Maret meluncurkan rudal versi baru, Korut sedang mengembangkan Rudal balistik tipe orbital tak beraturan yang terbang di ketinggian rendah, bermaksud menerobos jaringan pertahanan anti rudal. Serangan rudal balistik Korut semakin kompleks dan variatif juga menjadi isu permasalahan baru bagi Jepang.