(Taiwan, ROC) – Lebaran segera menjelang, sama seperti masyarakat Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek, umat Muslim menyambut hari kemenangan Idul Fitri, berdasarkan data statistik Kementerian Ketenagakerjaan, saat ini Pekerja Migran asal Indonesia di Taiwan sekitar 260 ribu orang yang mana kebanyakan dari mereka adalah menganut agama Islam. Setelah melewati bulan Ramadan yang merupakan bulan di mana umat Muslim menjalankan puasa, meskipun demikian kaum Muslim tetap menjalankan aktivitas sehari-harinya. Berhubung Muslim di Taiwan minoritas untuk itu Kementerian Ketenagakerjaan mengimbau majikan untuk menghormati dan memberikan toleransi kepada mereka untuk menjalankan puasa.
Hari pertama setelah berakhirnya bulan Ramadan, itulah yang disebut sebagai “Idul Fitri”, Umat Muslim akan melakukan salat Ied ke Masjid untuk mendapatkan berkah dari Allah, dan saling bersilaturahmi. Ajang kegiatan untuk merayakan Lebaran yang sebenarnya akan dilangsungkan pada hari Minggu ini, tetapi sehubungan dengan memanasnya epidemi COVID-19 sehingga kegiatan ini dibatalkan, jikalau ada penyelenggaraan acara, Kementerian Ketenagakerjaan meminta agar para majikan dan agensi PMA untuk mengingatkan para PMA untuk mematuhi penerapan pencegahan epidemi saat mengikuti kegiatan.
Ketua Badan Pengembangan Tenaga Kerja Multinasional, Kementerian Tenaga Kerja, Xue Jian-zhong mengatakan,”Mereka melakukan ritual pemberkatan, berharap mendapat berkah, kemudian mereka menikmati hidangan Idul Fitri, saling memohon maaf, kegiatan seperti ini tentu tidak dapat menghindari saling bersilaturahmi, untuk itu harus mengingatkan mereka agar mengenakan masker mulut, menjaga jarak sosial, sering cuci tangan pakai sabut dan melakukan disinfeksi.”
Kementerian Ketenagakerjaan juga mengingatkan, majikan untuk sedapat mungkin menghormati apabila PMA membutuhkan waktu libur untuk merayakan Idul Fitri, sebagai bentuk toleransi multikultural dan juga lingkungan ramah bagi umat Muslim, tetapi juga harus mengingatkan PMA untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, menerapkan tindakan pencegahan epidemi dengan baik dan benar.