(Taiwan, ROC) -- Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez menyampaikan, kemungkinan Honduras bisa mendapatkan vaksin melalui kantor dagang di Daratan Tiongkok. Kementerian Luar Negeri hari ini (12/5) mengemukakan, Taiwan dan Honduras telah membicarakan masalah vaksin dan lainnya, Menteri Luar Negeri Honduras telah menegaskan kembali kestabilan hubungan bilateralnya pada Taiwan, tetapi masalah vaksin merupakan masalah yang dibutuhkan secepat mungkin.
Media elektronik asing melaporkan, Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez kemarin (11/5) menyampaikan, kemungkinan Honduras akan mendapatkan vaksin COVID-19 dari kantor dagangnya di Daratan Tingkok. Juan Orlando Hernandez juga mengatakan, telah meminta Taiwan untuk membujuk Amerika Serikat agar dapat memberikan penyediaan vaksinnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou mengemukakan, Taiwan dan Honduras telah membicarakan mengenai masalah vaksin, Menteri Luar Negeri Honduas juga telah mengukuhkan kembali kestabilan hubungan bilateral kedua negara, tetapi pemerintah Honduras yang membutuhkan vaksin sehingga
Namun, prioritas utama pemerintah Honduras berupaya memenuhi kebutuhan vaksin untuk melindungi rakyatnya, melalui berbagai saluran,dan berharap Taiwan, selaku sahabat penting negara, dapat terus membantu dalam memperoleh vaksin.
Joanne Ou mengatakan, Taiwan berjanji akan berupaya sebaik mungkin untuk meringankan krisis kesehatan masyarakat yang dihadapi Honduras melalui berbagai jalur, termasuk menggabungkan negara-negara yang memiliki pemikiran serupa.
Joanne Ou mengemukakan, menurut media Honduras yang melaporkan, Honduras menghadapi dilemma karena belum mendapatkan vaksin COVID-19 yang memadai dari COVAX dan lainnya. Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez secara terbuka menyampaikan bahwa demi keamanan kesehatan rakyatnya ia mempertimbangkan persyaratan yang diajukan oleh Daratan Tiongkok guna dapat membeli vaksin. Hal ini dengan jelas memperlihatkan, setelah krisis vaksin Paraguay berlalu, pemerintah Daratan Tiongkok kembali menggunakan vaksin untuk menekan politik dan pertukaran hubungan diplomatic pada negara-negara yang memiliki kebutuhan mendesak.