(Taiwan, ROC) --- Pada Senin malam (10/5), Istana Kepresidenan merilis siaran pers menyampaikan bahwa Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan pidato virtual dalam kegiatan “KTT Demokrasi Kopenhagen ke-4”, yang digelar oleh Aliasni Demokrasi (AoD).
Pandangan yang disampaikan oleh Kepala Negara mendapat persetujuan dari Menteri Luar Negeri Denmark, yakni Jeppe Kofod. Menlu Jeppe Kofod menyampaikan, dirinya tengah mempersiapkan perumusan kebijakan luar negeri dan strategi keamanan baru, yang bertumpu pada nilai-nilai yang mendasar. Di samping itu, dirinya juga mengutuk dan mengomentari sanksi yang diberikan RRT kepada Uni Eropa, sebagai tindakan yang “mengerikan”.
Kepala Negara menyampaikan, Taiwan yang selalu membela nilai kebebasan dan demokrasi, telah menjadi sasaran empuk bagi penyebaran informasi palsu, bahkan ancaman militer. Banyak komunitas dunia yang cemas akan strategi yang ditujukan kepada pihak pembela demokrasi, terutama bagi mereka yang bermukim di kawasan Indo-Pasifik.
Pemerintah Taiwan sangat paham dengan situasi keamanan regional dan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan nasional, mempertahankan nilai demokrasi dan bekerja sama dengan mitra global untuk bersama-sama menjamin stabilitas keamanan kawasan.
“Saya ingin meyakinkan Anda, bahwa kami akan melakukan yang terbaik. Tidak peduli apakah itu agresi asing atau tantangan pandemi. Sistem demokrasi Taiwan tetap kuat dan tidak terguncang”. Presiden Tsai juga meminta negara-negara dunia penganut paham demokrasi untuk bersatu dan selalu waspada setiap saat.
Beliau menyampaikan, negara-negara otoriter memanfaatkan momen pandemi, guna mengubah tatanan global yang selama ini telah berada di mekanisme yang seharusnya.
“Beberapa rezim mencoba menguasai sumber daya yang fundamental, guna memanipulasi negara lain”. Oleh karena itu, setiap orang sudah seharusnya bekerja sama, guna memastikan keamanan rantai pasokan dan menjaga tatanan ekonomi global.
Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, Taiwan bersama dengan Uni Eropa menyelenggarakan “EU-Taiwan Supply Chains Forum” pada bulan Mei tahun ini. Taiwan akan terus menggelar kerja sama dengan Uni Eropa dan mitra demokrasi lainnya, guna menciptakan rantai pasokan yang lebih tangguh, terutama dengan bahan-bahan utama yang mendasar, misal semikonduktor dan peralatan medis.
Kerja sama yang dibangun di atas prinsip saling menguntungkan dan transparansi adalah kunci kesejahteraan bagi seluruh pihak.
Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, Taiwan yang tidak pernah mengabaikan nilai demokrasi kebebasan, telah berhasil mencegat penularan pandemi COVID-19. Pencapaian Taiwan kali ini juga mendapatkan banyak pengakuan dari berbagai negara di dunia.
Kepala Negara menyatakan, penolakan yang diperlihatkan oleh WHA (Majelis Kesehatan Dunia) dan forum internasional lainnya, telah merampas hak partisipasi Taiwan untuk berkontribusi bagi dunia global. Meski demikian, sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan berkomitmen untuk tetap membantu negara-negara yang membutuhkan.
Karena pandemi COVID-19, “KTT Demokrasi Kopenhagen” diadakan secara virtual pada bulan Juni tahun lalu. Secara perdana, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan pidato virtualnya pada tahun lalu. Ini merupakan tahun kedua bagi Kepala Negara hadir secara virtual dalam kegiatan akbar tersebut.