(Taiwan, ROC) – Menteri Tanpa Portofolio Eksekutif Yuan, Audrey Tang pada tanggal 4 Mei kemarin, diundang menghadiri seminar online dari Organisasi Non-Pemerintah (NGO) Internasional Belanda “Catalyst 2030”, untuk berbagi mengenai upaya pemerintah dan kalangan masyarakat dalam mempromosikan inovasi sosial digital, serta menerapkan nya guna memerangi wabah epidemi dan memerangi informasi palsu (Hoaks) dan pengalaman terkait lainnya.
Mengenai memanasnya wabah COVID-19 di dunia, Audrey Tang dalam seminar online tersebut mengemukakan, model pencegahan epidemi Taiwan yang sukses bergantung pada tiga faktor utama, yakni: “Cepat” (Fast), “Adil” (Fair), dan “Menyenangkan” (Fun).
Menanggapi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), NGO Internasional “Catalyst 2030” yang berbasis di Amsterdam, Belanda, dalam waktu satu minggu ini menyelenggarakan serangkaian kegiatan seminar. Seminar yang bertajuk “Inovasi Masyarakat: Apa yang Dapat Dipelajari Dunia dari Taiwan?”, turut mengundang Audrey Tang dan Odin Muhlenbein selaku perwakilan dari mitra NGO “Ashoka” cabang Jerman, untuk hadir dalam dialog yang diselenggarakan pada tanggal 4 Mei kemarin.
Audrey Tang menyampaikan, pemerintah Taiwan pandai mendesain “Memes” dalam mempromosikan pencegahan epidemic, seperti serial bintang anjing Shiba “Zong Chai” dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, serta Memes dari Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang, dan lain-lain. Gambar Memes yang menarik tidak hanya dapat membuat orang-orang tertawa, tetapi secara tidak langsung juga telah memberikan efek vaksin psikologis selama epidemi berlangsung, penggunaan humor secara efektif guna menyingkirkan semua jenis informasi/berita palsu (Hoaks) dan teori konspirasi. (humor over rumors)
Audrey Tang juga menambahkan, aplikasi (app) ponsel “Real-time Mask Map” (Aplikasi pelacakan masker) yang dibuat oleh pemerintah dan swasta, kemudian dipasangkan dengan “Membeli Masker dengan Sistem Nama Asli”, tidak hanya memungkinkan masyarakat dapat mendapatkan masker dengan cepat dan adil, tetapi juga mewakili kesediaan pemerintah untuk membuka sebagian informasi untuk penggunaan pribadi, dan memiliki satu lapisan makna simbolik lainnya.
Odin Muhlenbein sempat bertanya, bagaimana negara lain dapat membuat kemajuan di bidang inovasi digital seperti Taiwan. Audrey Tang menuturkan, dapat membiarkan setiap orang memiliki hak untuk menggunakan jaringan internet broadband akan menjadi awal pemulaan yang terbaik. Selain itu, juga harus dapat fokus pada pendidikan kemampuan digital dan media, dengan begitu baru dapat membantu orang-orang dalam menggunakan teknologi digital, dan secara bersamaan juga mampu mendeteksi dan menghilangkan prasangka terhadap diri sendiri secara tepat waktu
“Catalyst 2030” adalah organisasi non-pemerintah internasional yang didirikan dengan tujuan mengejar cara-cara inovatif untuk mempromosikan perubahan sosial dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Taiwan menjadi sorotan Internasional karena kinerjanya yang luar biasa dalam inovasi sosial dalam beberapa tahun terakhir. Audrey Tang sebelumnya telah menerima “Penghargaan Pemerintah Nasional” yang dikeluarkan oleh “Catalyst 2030” pada bulan Maret yang lalu, dan diundang untuk menghadiri seminar lanjutan untuk berbagi pengalaman Taiwan dan pencapaian terkait dengan negara lain.