(Taiwan, ROC) - Meskipun telah sedikit meninggikan ketinggian air waduk di berbagai pelosok, curah hujan pada pekan lalu belum sepenuhnya meredakan kondisi kemarau di Taiwan. Sebelum tibanya musim hujan plum, tetap ada tiga hal yang harus dilaksanakan, yakni pencarian sumber air, pembersihan waduk dan penghematan penggunaan air.
Demikian diungkapkan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) saat menginspeksi kebijakan darurat penanganan kemarau di Waduk Shihmen di Kota Taoyuan, Senin, 3 Mei.
Presiden mengemukakan, tahun lalu, saat menghadapi fenomena tidak ada satu pun taifun yang melewati Taiwan dalam 56 tahun terakhir, pemerintah sudah mengantisipasi kemungkinan kondisi kemarau di tahun ini. Sekarang, sebelum tibanya musim hujan plum, semua pihak seharusnya meneruskan pekerjaan mencari sumber air baru, mengurangi ketergantungan pada sumber tunggal.
Seterusnya, lanjut Tsai, pemerintah akan melanjutkan pekerjaan pembersihan waduk untuk mempertahankan kapasitasnya tidak terpengaruh oleh sedimentasi waduk.
Presiden mengatakan, “Penanganan sedimentasi waduk di Waduk Shihmen bermakna strategis. Tidak hanya karena Shihmen adalah waduk pemasok air utama di wilayah Taoyuan, juga karena kemampuannya menyalurkan air ke wilayah lain seperti Hsinchu. Ini sangat penting dalam alokasi penggunaan sumber daya air.”
Terakhir, kepala negara juga meminta warga, meski kondisi kemarau sudah agak mereda, tetap mempertahankan praktik menghemat penggunaan air.