(Taiwan, ROC) -- Terlepas dari dampak virus COVID-19, Komite Tionghoa Perantau (OCAC) tidak dapat melayani pengusaha Taiwan dan Tionghoa perantau di negara kediaman mereka seperti pada masa lalu. Namun Tung Chen-yuan (童振源), selaku ketua OCAC mengemukakan jika teknologi inovatif merupakan keunggulan instansi pemerintah dalam mempromosikan suatu bisnis. OCAC dalam beberapa tahun terakhir telah mengadopsi berbagai metode, seperti: akun LINE, platform digital, dan lain-lain, guna menghubungkan pengusaha Taiwan dan Tionghoa perantau yang tersebar di berbagai tempat, dan membantu mereka untuk dapat menautkan atau menyesuaikan dengan sumber daya yang ada pada dalam negeri, sehingga Taiwan dapat menjadi kekuatan pendukung bagi pengusaha Taiwan dan Tionghoa Perantau, saling bekerja sama demi kemakmuran bersama.
Ketua OCAC, Tung Chen-yuan (童振源) dalam sebuah wawancara eksklusif saat mengisi salah satu program acara mandarin dari Radio Taiwan Internasional (RTI) menyebutkan, pengusaha Taiwan dan Tionghoa perantau berperan sangat penting, merupakan kekuatan besar untuk Taiwan di luar negeri, dan juga dapat menjadi pedoman ketika Taiwan ingin melangkahkan kaki nya menuju dunia internasional. Di saat pengusaha Taiwan dan Tionghoa perantau menghadapi perubahan lingkungan ekonomi, persaingan dan pengembangan talenta, penelitian dan pengembangan (R&D) teknologi, dan lain-lain, ditambah faktor tidak mudah nya bagi negara-negara lokal untuk membantu, Taiwan merupakan kekuatan pendukung terbaik. OCAC dengan senang hati berkontribusi terhadap pengusaha Taiwan dan Tionghoa perantau yang ada di luar negeri, untuk dapat turut berkembang bersama Taiwan.
Tung Chen-yuan (童振源) menyampaikan, meskipun wabah COVID-19 telah melebarkan jarak antara kita, tetapi dengan adanya penerapan teknologi inovatif memungkinkan OCAC untuk membangun pijakan di Taiwan, dan menghubungkan dunia.
Tung Chen-yuan (童振源) mengatakan, "Saat ini OCAC telah mendirikan sebanyak 37 akun platform digital Tionghoa perantau global, selain itu 37 titik lainnya memiliki akun Line masing-masing. Pertama-tama kami akan membuat manual layanan untuk pengusaha Taiwan, manual tersebut mencakup informasi pemerintah, informasi Komite Tionghoa Perantau, informasi kantor perwakilan, asosiasi Tionghoa perantau lokal, dan termasuk informasi bisnis dan lingkungan investasi lokal.”
Melalui teknologi inovatif, OCAC juga telah menyiapkan platform untuk startup, platform digital untuk layanan pertanian, dan lain-lain. Melalui pembentukan platform-platform komunikasi dan integrasi digital tunggal tersebut, Taiwan dapat terhubung dengan pengusaha Taiwan yang ada di luar negeri. Dalam metodenya tersebut, Tung Chen-yuan (童振源) membeberkan, hal terpenting setelah platform tersebut terbentuk adalah mempromosikan pertukaran yang mendalam, serta mengintegrasikan realitas virtual sebagai respons terhadap wabah COVID-19. Di satu sisi dapat mengundang pengusaha Taiwan, dan di sisi lain juga turut mengundang perusahaan Taiwan untuk dapat saling tukar pikiran di Taiwan, pada saat bersamaan dapat menyampaikan pesan kepada dunia via video call atau media sosial. Dalam dua bulan terakhir, OCAC telah membentuk dua platform lagi, seperti platform kerja sama industri-akademis Taiwan dan Tionghoa perantau global, yang telah diikuti oleh 35 universitas. Selain itu ada platform peningkatan industri bisnis dan platform layanan teknis dan global, yang telah diikuti oleh 11 institusi, bertujuan untuk memperkuat integrasi energi informasi, go international dan budidaya di berbagai tempat.
Tung Chen-yuan (童振源) menambahkan, dulu sangatlah tidak mudah bagi para pengusaha Taiwan dan Tionghoa perantau dapat menemukan unit-unit industri-akademis seperti ini, kini mereka tidak hanya dapat langsung berkomunikasi via video call, tetapi juga dapat melakukan kunjungan ke sana. Mengintegrasikan informasi, relasi, dan sumber daya baik dalam dan luar negeri melalui Taiwan. Pembentukan platform terintegrasi dapat meningkatkan dan memperdalam kemampuan pelayanan yang ada, juga dapat terus mempromosikan proyek pertukaran dan kerjasama, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kemampuan pelayanan pertukaran pikiran.