(Taiwan, ROC) Kasus pilot China Airlines terinfeksi COVID-19 meluas, kemarin (27/4) terjadi penambahan 1 kasus terinfeksi, pasien tersebut adalah istri pilot yang dinyatakan terinfeksi di Australia, masyarakat luar mulai kuatir dengan penularan komunitas. Sehubungan dengan hal ini, Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Chen Shih-chung pada hari Rabu ini (28/4) menyampaikan, pada masa karantina hari kedua, istri pilot menjalani pemeriksaan kesehatan dan hasilnya negatif, hal ini menandakan sebelum dikarantina tidak berpotensi menular; ia juga beranggapan ketiga pilot yang terdeteksi bukan sebagai penularan lokal.
Sehubungan dengan kasus pilot China Airlines terinfeksi COVID-19, pilot berkewarganegaraan Indonesia terdeteksi terinfeksi di Australia dan anaknya di Taiwan (kasus ke-1090) juga terinfeksi, termasuk sebagai penularan lokal; Selain itu, CECC mengadopsi perluasan pemeriksaan kesehatan ada 1.279 pilot China Airlines, hasil pemeriksaan yang diperoleh hingga tanggal 27 April, ada 6 pilot yang dinyatakan positif dan 3 orang diantaranya belum terdiagnosis.
Masyarakat luar kuatir istri pilot yang terinfeksi berkemungkinan dapat menyebabkan penularan komunitas, meminta agar ditindaklanjuti dengan pelacakan rekam jejak, dalam laporan yang disampaikan Chen Shih-chung di Yuan Legislatif pada pagi hari Kamis ini (28/4) bahwa, setelah pilot dinyatakan positif oleh pihak Australia pada tanggal 20 April, istri pilot dikarantina di rumah, setelah karantina diperiksa 2 kali dan hasilnya negatif, setelah itu baru didapati positif terinfeksi, hal ini menandakan sebelum masa karantina tidak berpotensi menular. Chen Shih-chung mengatakan, “Semestinya tidak akan, setelah tanggal 20 April, setelah karantina di rumah telah diperiksa 2 kali, hasilnya negatif, dengan kata lain, sebelum karantina, pada saat di komunitas yang bersangkutan tidak berpotensi menular.”
Ada pakar yang beranggapan beberapa pilot yang terdeteksi memiliki antibodi maka probabilitas penularan lokal lebih tinggi, Chen Shih-chung merespons, CECC juga kuatir dengan penular yang terselubung, maka pihaknya melakukan perluasan pemeriksaan kesehatan. Apakah akan diperluas hingga awak kabin lainnya, Chen Shih-chung menjawab masih akan menunggu hasil pemeriksaan kali ini. Chen Shih-chung mengatakan, “Kami akan melihat gelombang ini secara menyeluruh, tentu kami juga merasa kuatir, maka seluruh persiapan mengadopsi kondisi spekulasi, ada faktor kemungkinan, maka kami melakukan perluasan pemeriksaan kesehatan terhadap semua pilot.”
Selain itu, walaupun upaya pencegahan pandemi Taiwan termasuk baik, tetapi perolehan vaksin masih minim, maka dalam laporan media Bloomberg mengenai peringkat ketahanan dalam masa pandemi, posisi Taiwan menurun 1 peringkat dibanding satu bulan sebelumnya, mmenduduki peringkat ke-5 seluruh dunia. Komandan CECC Chen Shih-chung merespons, cakupan vaksin masih minim, peringkat Taiwan pasti akan turun, Taiwan tetap akan terus berusaha semaksimal mungkin.