(Taiwan, ROC) -- Komisi Pembangunan Nasional beberapa hari lalu mengesahkan rancangan "Proyek Sumber Daya Tanaman Biologi Baru dan Platform Strategis Institut Kesehatan Nasional" akan dibangun dalam jangka waktu 3,5 tahun dan menunggu verifikasi GMP selama 2 tahun, sehingga total 5,5 tahun. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2026.
Direktur Institut Kesehatan Nasional, Liang Kung-yee (梁賡義) menyatakan, meskipun Taiwan memiliki kinerja yang cukup baik dalam pencegahan epidemi kali ini, tetapi Taiwan masih memiliki banyak kekurangan dalam kemampuan penelitian dan pengembangan vaksin sendiri, seperti kapasitas produksi vaksin sendiri yang kurang memadai dan ketidakmampuan memproduksi 1 juta dosis vaksin dalam waktu singkat, juga tidak adanya fasilitas nasional sebagai wadah pengumpulan data, hal-hal tersebut dapat menimbulkan masalah serius bagi keamanan nasional. Maka dari itu, dalam proyek kali ini, selain meningkatkan produksi massal, proyek ini juga digunakan untuk membantu produksi vaksin BCG, antivenom, influenza, enterovirus, dll. Dalam segi pendanaan, Dewan Pembangunan Nasional telah mengeluarkan anggaran sekitar NT$2,952 miliar, dan terkumpul sekitar NT$2 miliar. Institut Kesehatan Nasional juga menyatakan adanya tambahan NT$2 miliar disponsori tanpa syarat dari seorang pengusaha kelas bawah.
Liang Kung-yee mengatakan, “Satu hal yang bisa saya katakan adalah dia seseorang yang menepati janji, untuk menunjukkan pertanggungjawaban, dia pun menulis surat perjanjian sebagai bukti hitam di atas putih, dengan jelas menyatakan pembayaran akan terbagi menjadi lima tahap. Setiap mencapai satu tahap waktu, dia akan mentransfer 400 juta dollar taiwan ke Institut Kesehatan Nasional.
Meskipun Dewan Pembangunan Nasional dan Institut Kesehatan Nasional tetap bungkam atas persoalan ini, Menteri MOHW, Chen Shih-chung pada Oktober lalu di Legislatif Yuan membenarkan bahwa pengusaha yang tidak disebutkan namanya ini adalah Samuel Yin, presiden Ruentex Group.