History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ancaman Limbah Nuklir Jepang Dibuang ke Laut, AEC Suntik Dana Senilai NT$ 500 Juta Bangun Sistem Pemantauan

  • 22 April, 2021
  • 鄭蕙玲
Ancaman Limbah Nuklir Jepang Dibuang ke Laut, AEC Suntik Dana Senilai NT$ 500 Juta Bangun Sistem Pemantauan
Menteri AEC, Hsieh Shou-shing

(Taiwan, ROC) Jepang memutuskan 2 tahun kemudian akan membuang limbah nuklir ke laut, Menteri Energi Atom, Hsieh Shou-shing(謝曉星) pada hari Kamis ini (22/4) mengatakan, pihaknya akan menanggapi secara 3 tahap.

Keputusan pemerintah Jepang memicu keributan, Dewan Energi Atom(AEC) menilai laporan yang disampaikan, pembuangan ini akan menyebabkan sebagian limbah terbawa oleh arus laut ke perairan Taiwan, memengaruhi perairan lepas Taiwan dan sektor perikanan laut sekitarnya.

Hsieh Shou-shing dalam konferensi pers pagi hari ini, sebelum pemerintah Jepang memutuskan, Dewan Energi Atom bergerak cepat, 4 tahun yang lalu meminta pusat deteksi radiasi untuk memantau, di masa mendatang akan ada 3 jalan. Pertama, bergandengan tangan dengan komite kemaritiman laut dengan memanfaatkan sistem peringatan dini yang telah dibangun 1,5 tahun yang lalu, membangun teknologi pemantauan dasar, lebih dinamis dan mengevaluasi arah arus laut, dana yang diperlukan NT$ 128 juta.

Setelah infrastruktur selesai dibangun, memerlukan waktu 4 tahun untuk melanjutkan pemantauan dan penelitian, juga akan memberikan laporan analisa pengaruh terhadap lingkungan, diprediksikan memerlukan dana berkisar NT$ 400-500 juta.

Kedua, penambahan pos pemeriksaan air laut, sementara Dewan Energi Atom telah memiliki 33 pos pemantau, diprediksikan Institut Penelitian Perikanan Dewan Pertanian akan ditambah 62 pos, sebelum akhir tahun akan mencapai 95 pos pemeriksaan air laut.

Ketiga, mengupayakan dapat bergabung dalam investigasi Badan Tenaga Atom Internasional(IAEA), RRT adalah bagian dari IAEA sehingga semakin sulit bagi Taiwan untuk ikut bergabung, tetapi tetap akan diupayakan dapat bergabung dan ikut serta dalam tim investigasi, serta mengawasi perairan sekitar, ia yakin peluang partisipasi cukup tinggi, jika tidak berhasil maka meminta data monitor setiap pertemuan IAEA dapat diberikan kepada Taiwan, inilah yang menjadi rencana B.

Hsieh kembali menegas menolak keras pihak Jepang membuang limbah nuklir ke laut, walaupun memenuhi standar ilmiah. Pihaknya bersikap akan mengupayakan perlawanan ini, jika tidak berhasil maka akan meningkatkan pemantauan yang lebih akurat.

Sekjen Dewan Energi Atom Shau Yue-zu(邵耀祖) menambahkan, tahun lalu membuka rapat platform antar kementerian, dihadiri oleh Dewan Pertanian, Kementerian Luar Negeri, Pusat Ramalan Cuaca (CWB), hingga kali ini telah menggelar 5 kali rapat, pada tanggal 27 akan mengadakan rapat persiapan, tanggal 29 April rapat pembahasan dengan isu berorientasi pada metode diversifikasi penataan sektor kemaritiman, sistem peringatan dini, pos pemantauan dan frekuensi pemantauan.

Komentar

Terbarumore