(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 11 April 2021, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken mengungkapkan kekhawatirannya atas tekanan yang terus dilancarkan pihak RRT (Republik Rakyat Tiongkok) atas Taiwan. Selang satu hari berikutnya, otoritas Negeri Tirai Bambu mengerahkan 25 unit pesawat militer mereka untuk terbang di wilayah udara Taiwan. Ini juga menjadi rekor terbanyak bagi jumlah pesawat RRT dalam satu hari yang melintasi langit Taiwan.
Pada tanggal 13 April 2021, Departemen Luar Negeri AS menyatakan keprihatinannya akan hal ini dan meminta otoritas Beijing untuk segera menghentikan aski tekanan mereka terhadap Taiwan, baik di sektor militer, diplomatik maupun ekonomi.
Dalam sebuah wawancara eksklusif “Meet the Press”, yang disiarkan oleh stasiun televisi NBC, Menlu AS Antony Blinken menyampaikan kekhawatirannya akan perilaku Beijing terhadap Taiwan yang semakin agresif, yang mana hal tersebut meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan.
Dalam wawancara yang dilangsungkan pada tanggal 11 April 2021, Antony Blinken menambahkan, AS telah sedar dahulu memenuhi komitmen mereka yang berdasar pada “UU Hubungan Taiwan”. Hal ini diterapkan, guna memastikan kemampuan pertahanan diri Taiwan, serta menjadi bagian penting dalam pemeliharaan stabilitas perdamaian di kawasan perairan Pasifik Barat
Antony Blinken menyampaikan, siapa pun yang berniat mencoba mengubah kondisi yang ada saat ini akan membuat kesalahan yang fatal.
Sehari setelah tayangan tersebut disiarkan di televisi, otoritas RRT mengerahkan 25 pesawat militer mereka melintas di Zona Identifikasi Pertahanan Udara Barat Daya (ADIZ). Semenjak tanggal 3 April 2021, ini merupakan ke sepuluh harinya, pesawat RRT berturut-turut melintasi langit Taiwan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kementerian Pertahanan Nasional (MND), jumlah pesawat yang dikerahkan RRT pada tanggal 12 April 2021, merupakan yang terbanyak dalam sejarah.
Sebelumnya, pada tanggal 26 Maret 2021, RRT pernah mengirimkan 20 pesawat militer mereka melintasi kawasan ADIZ Taiwan. Hal tersebut bertepatan dengan satu hari setelah Amerika Serikat dan Taiwan menandatangani “Nota Kesepahaman Pembentukan Kelompok Kerja Patroli Laut” pada tanggal 25 Maret 2021.
Menanggapi intensnya pesawat militer RRT terbang melintas langit Taiwan, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS yang tidak ingin disebut Namanya menyampaikan, AS telah lama memperhatikan tindak tanduk provokatif yang kian sering dilancarkan atas Taiwan.
AS tentu dapat merasakan hal tersebut, serta akan terus mendesak Beijing untuk berhenti menekan Taiwan, baik di sektor militer, diplomatik maupun ekonomi. Negeri Paman Sam meminta agar Negeri Tirai Bambu lebih menggunakan cara dialog, dalam menyelesaikan seluruh polemik yang ada.