(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan kondisi pandemi yang melanda dunia, Kementerian Pendidikan mengajurkan para pelajar dalam negeri, khususnya yang merupakan imigrasi baru generasi keturunan ke dua, untuk dapat melakukan interaksi dengan pelajar yang berada di negara ibu, yang mayoritas berada di kawasan Asia Tenggara. Seiring dengan gegap gempita pelaksanaan Ritual Arak-Arakan Dewi Mazu tahun ini, yang akan diberlangsungkan selama 9 hari 8 malam, pelajar di National YuanLin Senior High School menggunakan cara video konferensi untuk bertukar pengalaman dan berbagi informasi dengan para pelajar di SMA NSA Indonesia, berkenaan dengan kegiatan ritual tradisional Taiwan yang kini tengah berlangsung.
Badan Administrasi Pendidikan K-12 Kementerian Pendidikan sejak tahun 2017 telah memulai program “Pertukaran internasional sesama pelajar keturunan imigran baru”, namun karena adanya serangan pandemi pada tahun lalu, sehingga pihak sekolah juga menyarankan penggunaan teknologi video konferensi untuk menggantikan sistem interaksi langsung yang dipergunakan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan guna dapat memperkuat kemampuan berbahasa, melakukan diskusi berkenaan dengan kebudayaan Asia Tenggara, sekaligus untuk memberikan nilai plus dalam bidang interaksi internasional yang ada.
Kepala Badan Administrasi Pendidikan K-12, Chen Pi-yu menyebutkan jika National YuanLin Senior High School yang melakukan interaksi dengan SMA NSA di Indonesia, sebelumnya pihak sekolah juga telah enyusun program rencana pelaksanaan, mengundang pakar ahli asal India yang kini berada di National Cheng Chi University untuk dapat datang ke National YuanLin Senior High School dan memberikan masukan bagi para pelajar berkenaan dengan langkah persiapan dan tata krama saat berlangsungnya video konferensi tersebut.
Setelah video konferensi digelar, para pelajar juga segera memasuki kondisi obrolan santai, mulai dari pembahasan bidang pembelajaran dari rumah, kegiatan olahraga sekolah hingga kegiatan ritual arak-arakan Dewi Mazu.
Chen Pi-yu mengatakan, “Karena para pelajar yang ada di Indonesia tidak dapat melanjutkan mata pelajaran di dalam sekolah seperti biasanya, mereka banyak yang harus belajar di rumah. Kemudian di saat mereka berada di rumah, bagaimana cara mereka melakukan interaksi dengan pelajar lainnya? Bagaimana cara untuk menjaga kesehatan? Kemudian bagaimana caranya untuk menjaga diri sendiri. Kemudian dari pihak pelajar di Taiwan, juga berbagi tata cara pencegahan yang dilakukan di dalam sekolah, kemudian juga pertandingan cheerleaders, persiapan pertandingan olahraga sekolah, bahkan juga sekaligus memperkenalkan kegiatan upacara ritual arak-arakan Dewi Mazu, bagaimana langkah yang diterapkan agar semua hal yang disebutkan tadi dapat berlangsung di tengah berkecamuknya pandemi COVID-19.”