History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kongres AS Mendukung Taiwan, Setidaknya ada 6 RUU yang Diajukan sejak Biden Menjabat

  • 09 April, 2021
  • 陳柏萇
Kongres AS Mendukung Taiwan, Setidaknya ada 6 RUU yang Diajukan sejak Biden Menjabat
Kongres AS Mendukung Taiwan, Setidaknya ada 6 RUU yang Diajukan sejak Biden Menjabat

 (Taiwan, ROC) -- Kongres Amerika Serikat adalah kekuatan penting yang mendukung Taiwan, menilik ungkapan dari media asing saat ini mengenai "Undang-undang Persaingan Strategis / Strategic Competition Act" terbaru yang diajukan oleh senator lintas partai, selain memperkuat posisi AS di Tiongkok, status Taiwan juga akan semakin ditingkatkan. Faktanya, kurang dari tiga bulan setelah pemerintahan Biden menjabat, Kongres AS telah memperkenalkan setidaknya enam Rancangan Undang-Undang (RUU) dan resolusi bersama, yang secara khusus menunjukkan dukungan dari Senat AS dan Dewan Perwakilan Rakyat di berbagai bidang seperti keamanan Taiwan, partisipasi internasional, dan kerjasama ekonomi dan perdagangan.

Sejak Presiden AS, Joe Biden menjabat sejak Januari lalu, RUU Senator AS dalam mendukung Taiwan terus berlanjut, termasuk “RUU Pencegahan Invasi Taiwan / Taiwan Invasion Prevention Act”, yang memberikan wewenang kepada Presiden AS dalam penggunaan kekuatan militer terbatas, untuk memastikan agar Taiwan tidak tunduk pada kekuatan atau serangan militer Tiongkok. Kemudian RUU yang berisikan, "Kementerian Luar Negeri AS diharuskan untuk menyusun strategi, dalam membantu Taiwan mendapatkan kembali status pengamatnya dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)."

 “RUU Cendekiawan Taiwan / Taiwan Fellowship Act ” mengharuskan pemerintah AS menyiapkan anggaran dalam merekomendasikan pejabat federal AS datang ke Taiwan sebagai seorang pelajar, untuk belajar bahasa Mandarin dan magang di organisasi pemerintah atau lembaga swasta yang ada di Taiwan. “RUU Peningkatan Taiwan / Taiwan PLUS Act”, merencanakan Taiwan untuk dapat memiliki perlakuan dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam penjualan alutsista, dan “RUU Kepastian Komitmen Tahun 2021 / Reassurance On Commitments Act of 2021”, yang dimaksudkan untuk memperkuat simbol kedaulatan Taiwan. Lagipula tidak hanya RUU saja, anggota DPR AS lainnya juga mengusulkan resolusi bersama yang menyerukan pemulihan kembali hubungan AS-Taiwan, dan negosiasi perjanjian perdagangan yang bebas dengan Taiwan.

Terkait tindakan spesifik Kongres AS yang disebutkan di atas, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menegaskan akan memperhatikan tindak lanjut perkembangan RUU tersebut dan semakin memperdalam kerja sama antara Taiwan dan Amerika Serikat. Juru Bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) mengatakan, ”Kementerian Luar Negeri akan terus memantau tindak lanjut peninjauan RUU tersebut, dan terus menjaga interaksi secara dekat dengan teman-teman di Kongres AS dan cabang eksekutif, memperdalam kerja sama persahabatan antara Taiwan dan Amerika Serikat, dan bersama-sama mempromosikan perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.”

Pemerintah AS telah berulang kali menegaskan kembali kepatuhan pihaknya terhadap Undang-Undang Hubungan Taiwan dan "enam jaminan". Setelah Departemen Luar Negeri AS pertama kali menyebutkan komitmennya kepada Taiwan "sangat kokoh seperti batu" pada bulan Januari, juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga mengemukakan 4 kata tersebut lagi beberapa hari yang lalu, dan menekankan bahwa pihaknya sangat mementingkan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Komentar

Terbarumore