History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Musibah Kereta Taroko, PM Su Minta Maaf, Menerapkan Pengawasan TRA Lebih Ketat

  • 08 April, 2021
  • 鄭蕙玲
Musibah Kereta Taroko, PM Su Minta Maaf, Menerapkan Pengawasan TRA Lebih Ketat
Musibah Kereta Taroko, PM Su Minta Maaf, Menerapkan Pengawasan TRA Lebih Ketat

(Taiwan, ROC) Musibah kereta api Taroko 408 rute dari Shulin ke Taitung saat akan memasuki terowongan di Qingshui menabrak mobil kontruksi yang terjatuh di samping rel kereta mengakibat kecelakaan fatal, 50 korban yang meninggal dunia dan lebih dari 200 penumpang cedera berat. PM Su Tseng-chang(蘇貞昌) pada hari Kamis ini (8/4) memimpin kabinetnya untuk mengheningkan cipta selama 1 menit. Pada hari ke-7 setelah musibah ini terjadi, ia meminta Menhub Lin Chia-lung berangkat ke Hualien untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

PM Su Tseng-chang mengatakan, TRA mengalami musibah besar ini, sehingga moda transportasi ini disalahkan, pemerintah wajib bertanggung jawab; PM Su mewakili pemerintah meminta maaf kepada korban, keluarga korban dan penumpang yang mengalami cedera. PM Su mengatakan, “Perusahaan Jawatan Perkeretaapian Taiwan mengalami musibah besar sebagai pelaku industri transportasi merasa bersalah dengan kejadian tragis, ini juga menjadi tanggung jawab pemerintah, saya mewakili pemerintah meminta maaf sedalam-dalamnya kepada korban yang meninggal dunia, keluarga korban dan mereka yang luka-luka karena kecelakaan ini.”

PM Su mengatakan, reformasi TRA yang paling mendesak adalah menjamin keselamatan penumpang, ia meminta komite pekerjaan umum, kementerian tenaga kerja untuk membantu pengelolaan inventaris area kerja kemenhub, outsourcing kontruksi dan lainnya. PM Su juga mengumumkan akan memperlaju sistem peringatan dan pengawasan cerdas untuk perkeretaapian Taiwan, seberapa banyak biaya akan ditanggung oleh pemerintah. PM Su mengatakan, “semestinya Taiwan wajib mengembangkan sistem peringatan dan pengawasan cerdas, ketika rel kereta api terdapat benda yang menghadang jalur kereta, maka dalam kesempatan pertama kereta yang sedang melaju di rel bisa mendapat peringatan, sehingga dapat segera menghentikan kereta pada waktunya. Seberapa besar biayanya, pemerintah bersedia menanggung, mohon untuk dipercepat, diperlaju dan diterapkan secara menyeluruh.” 

PM Su mengatakan, TRA memiliki banyak sejarah dalam beban dan kebijakan, tetapi Yuan Eksekutif juga tidak akan membiarkan TRA menanggung beban ini sendiri, di masa mendatang akan bersikap lebih seksama dalam setiap bagian dan memperlaju reformasi TRA, seperti halnya dalam penanggulangan epidemi flu babi dan COVID-19. Ia mengatakan, karyawan TRA cukup professional, namun meminta agar pekerja menaati reformasi wajib dijalankan, jika ada pertanggungjawaban apapun diminta untuk disampaikan kepada Menhub, Kementerian Kehakiman tetap berlaku adil dan bijaksana.

PM Su menekankan, berkaitan dengan operasi TRA di masa mendatang, meminta Kemenhub menyesuaikan dengan arah instruksi dari Presiden Tsai Ing-wen, juga mengharapkan agar didukung oleh instansi terkait bahwa pemerintah wajib belajar dari pengalaman pahit ini dan segera memperbaiki, berharap dari musibah ini moda transportasi Taiwan semakin baik dan beroperasi dengan lancar dan selamat seperti yang diharapkan oleh masyarakat.

Komentar

Terbarumore