(Taiwan, ROC) --- Kereta api Taroko Express 408 menabrak mobil konstruksi yang jatuh ke rel kereta, pada Jumat pekan lalu. Akibatnya, peristiwa nahas pun tidak dapat terhindarkan. Diberitakan ada 50 korban tewas dan lebih dari 200 warga dilarikan ke rumah sakit.
Komisi Investigasi Keselamatan Transportasi Nasional juga telah menguasai seluruh rekam jejak kereta tersebut. Peristiwa kecelakaan Taroko Express diperkirakan terjadi sekitar 5 hingga 7 menit, setelah mobil konstruksi tergelincir jatuh ke badan rel.
Tim investigasi memperoleh data dan rekam jejak dari Taroko Express 408, memastikan bahwa mobil konstruksi terlebih dahulu jatuh ke atas badan rel, baru kemudian ditabrak oleh kereta api. Di kala tersebut, Taroko Express melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk menarik pedal rem.
Tim investigasi juga menambahkan, pihaknya masih akan melakukan rekonstruksi data, dan diperkirakan mobil konstruksi terlebih dahulu jatuh ke badan rel, baru kemudian ditabrak oleh Taroko Express pada 5 hingga 7 menit setelahnya.
Selaku Ketua Komisi Investigasi Keselamatan Transportasi Nasional, Yang Hung-chih (楊宏智) menyampaikan, ketika tergelincir jatuh ke badan rel, kepala mobil konstruksi berada di depan dan berhadap-hadapan dengan kepala Taroko Express 408.
Di kala itu, Taroko Ekspress yang memiliki 8 gerbong, melaju dengan kecepatan 100KM/jam menabrak mobil konstruksi tersebut. Karena lokasi kecelakaan tepat berada di depan terowongan, mengakibatkan badan kereta pun tergelincir hebat dari rel kereta.
Yang Hung-chih dengan lugas menyampaikan, tempat kejadian yang berada di depan terowongan, menyebabkan jatuhnya korban kian serius.
Komisi Investigasi Keselamatan Transportasi Nasional akan melakukan rekonstruksi data untuk mengumpulkan rentetan waktu kejadian, dengan menggunakan jaringan ATP (Automatic Train Protection) dan TCMS (Train Control & Monitor System).