(Taiwan, ROC) – Kereta api dengan nomor 408 jenis Taroko, pada hari Jumat tanggal 2 April pagi hari mengalami kecelakaan akibat tabrakan dengan mobil dinas sehingga menyebabkan ada sebagian gerbong yang keluar dari rel kereta, tepatnya saat memasuki terowongan Qingshui Tunnel. Hingga Jumat malam pukul 8, jumlah korban yang meninggal tercatat sebanyak 50 orang dan 146 luka berat dan ringan, termasuk di antaranya 1 warga negara Prancis yang meninggal dunia, 2 warga Jepang dan 1 warga Makau yang mengalami luka berat. Pihak Jawatan Kereta Api Taiwan atau TRA pada tahap awal memprediksi, bersamaan dengan dana santunan yang akan diberikan kepada keluarga korban tewas adalah sebesar NT$ 5,4 juta, sementara bagi yang mengalami luka parah akan diberikan dana santunan sebesar NT$ 2,4 juta, dan korban dengan luka ringan akan mendapatkan dana santunan sebesar NT$ 600 ribu.
Sehubungan dengan kecelakaan tragis yang dialami oleh TRA, maka Departemen Kereta Api juga memberikan dana konsolasi sebesar NT$ 5 ribu bagi korban dan keluarga korban, sementara dana konsolasi bagi korban yang meninggal adalah sebesar NT$ 100 ribu.
Wakil Menteri Transportasi Wang Guo-tsai menjelaskan jika berkenaan dengan jumlah biaya ganti rugi bagi keluarga korban yang meninggal dunia, untuk perhitungan tahap awal adalah sebesar NT$ 5,4 juta.
Wang Guo-tsai mengatakan, “Dana sebesar NT$ 5,4 juta juga meliputi dana konsolasi sebesar NT$ 100 ribu, sementara untuk dana sebesar NT$ 2,5 juta yang berasal dari jawatan perkeretaapian, pihak Kementerian Transportasi secara khusus meminta pihaknya untuk dapat memberikan uang ganti rugi senilai NT$ 2,5 juta, selain itu dari pihak Departemen Kereta Api juga secara khusus memberikan sumbangan dana bantuan sebesar NT$ 2,8 juta, sehingga 2,5 + 2,8 + 1 adalah NT$ 5,4 juta. Namun kita juga akan tetap berupaya semaksimal mungkin mencoba memberikan bantuan yang lebih selama masih dalam batas yang wajar.”
Berkenaan dengan korban luka, pihak TRA sendiri juga akan memberikan dana ganti rugi sebesar NT$ 1,4 juta, ditambah dengan sumbangan dana bantuan sebesar NT$ 1 juta, total berjumlah NT$ 2,4 juta. Bagi korban luka ringan, pihaknya juga secara khusus akan memberikan sumbangan dana bantuan sebesar NT$ 200 ribu, sehingga berjumlah total sebanyak NT$ 600 ribu.
Wang Guo-tsai menjelaskan jika dalam kereta Taroko yang alami traged ini, memuat total sebanyak 496 orang, 3 di antaranya adalah petugas TRA, dan 1 adalah petugas kebersihan, sementara ada sebanyak 120 penumpang yang berdiri. Kini daftar nama korban juga telah diumumkan, namun bagi kobran yang meninggal, masih harus dilakukan penyelidikan yang lebih mendetail, termasuk mencocokkannya dengan tiket kereta dan kartu KTP, barulah daftar nama penumpang dapat dicetak ke luar.
Pihak TRA menegaskan jika ada anggota keluarga yang membutuhkan bantuan penanganan dari pakar ahli, atau hendak dapat segera mengetahui kondisi terkini tentang Hualien, pihak TRA juga telah mempersiapkan sarana transportasi dan tempat penginapan, dan juga tersedia 3 nomor telepon darurat yang dapat dihubungi, antara lain 0800-765-888, 02-2383-1384, 02-2191-0096. Selain itu warga juga dapat segera mendatangai loket stasiun yang ada di setiap titik, untuk mendapatkan data informasi terbaru, atau dapat mendatangi kantor ketua piket di Stasiun Kereta Api Taipei di dekat pintu keluar barat 2. Pihak TRA juga telah mempersiapkan sebanyak 80 staf khusus di Hualien, guna mampu memberikan pelayanan one on one kepada para keluarga korban yang ada.
Pihak TRA memprediksi, adanya tragedi kecelakaan ini, maka jalur kereta apii bagian timur membutuhkan waktu masa perbaikan selama 7 hari. Wang Guo-tsai menjelaskan bahwa Menteri Transportasi Lin Chia-lung juga telah memiliki data lengkap terkait kondisi yang terjadi, dan selanjutnya TRA sendiri akan terus melakukan pemantauan melalui kamera CCTV, melakukan klarifikasi penyebab kecelakaan tersebut.