History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Boikot Olimpiade Musim Dingin? PM Su Tseng-chang: Akan Bertumpu Pada Norma Internasional

  • 30 March, 2021
  • 尤繼富
Boikot Olimpiade Musim Dingin? PM Su Tseng-chang: Akan Bertumpu Pada Norma Internasional
Boikot Olimpiade Musim Dingin? PM Su Tseng-chang: Akan Bertumpu Pada Norma Internasional

(Taiwan, ROC) --- Simposium pertukaran Olimpiade lintas selat akan segera digelar dan tersiar kabar jika otoritas RRT (Republik Rakyat Tiongkok) tengah melobi Taiwan, untuk tidak memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Menanggapi kabar di atas, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, RRT akan selalu menggunakan berbagai cara untuk membatasi ruang Taiwan di dunia internasional, yang mana hal ini hanya menambah rasa penolakan warga Taiwan.

Beliau menambahkan, Taiwan tentu tidak menyetujui pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh RRT. Taiwan akan merujuk pada standar internasional, sebelum memberikan tanggapan yang relevan.

Perhelatan Olimpiade Musim Dingin Beijing rencananya akan dibuka pada tanggal 4 Februari 2022 mendatang. Namun hal tersebut mendapat penolakan dari dunia global, setelah isu pelanggaran HAM RRT terhadap Suku Uighur di Xinjiang mencuat ke publik. Banyak pihak yang mulai menyerukan untuk memboikot pelaksanaan pesta olahraga musim dingin di Beijing tahun mendatang.

Media mewartakan, Komite Olimpiade RRT akan menggelar “Simposium Pertukaran Olahraga Olimpiade Lintas Selat”, guna mencegat Taiwan bergabung dengan wacana pemboikotan yang digalang oleh bangsa Eropa dan Amerika Serikat.

Menanggapi pemberitaan di atas, saat ditemui di Yuan Legislatif, Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, Taiwan akan berjuang untuk memperoleh ruang di hadapan dunia internasional, dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan global.

Namun di lain pihak, RRT berupaya untuk terus menghalangi ruang gerak Taiwan di dunia global. Di samping itu, Negeri Tirai Bambu juga terkesan “tidak senang” dengan kontribusi Taiwan dalam berbagai pertemuan membahas kebebasan atau kesetaraan.

PM Su mengutip pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Palau kemarin, yang mengkritik berbagai tekanan RRT terhadap Taiwan, bukanlah hal yang sepatutnya dilakukan oleh negara besar.

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, “Apa yang diutarakan oleh Presiden Palau kemarin, sangat lah baik. Anda tidak bias memaksa sembari mengepalkan tangan, guna memaksa istri Anda mengatakan cinta kepada Anda. RRT selalu menggunakan cara seperti ini, misal mengirimkan pesawat militer mereka mengitari kawasan udara Taiwan, atau menghalangi ruang gerak Taiwan di dunia internasional. Hal ini hanya akan menambah rasa penolakan warga Taiwan dan tidak berguna bagi kemajuan perdamaian di kawasan lintas selat.”

Apakah Taiwan akan bergabung dengan wacana bangsa Eropa dan AS, yang dikabarkan akan memboikot pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Beijing? Menjawab pertanyaan di atas, Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, otoritas berwenang RRT selama ini selalu berseberangan dengan norma-norma internasional, misal HAM, ekspansi militer dan kesetaraan.

Perluasan kekuatan militer Negeri Tirai Bambu dinilai tidak akan membantu perdamaian dunia dan stabilitas di kawasan regional. Sebelum memberikan tanggapannya, Taiwan akan selalu mengacu pada konsensus dunia.

PM Su Tseng-chang mengatakan, “Kami sangat tidak setuju dengan pelanggaran RRT terhadap HAM dan warga di Hong Kong. Kami akan berkiblat kepada norma internasional, sebelum memberikan tanggapan yang relevan.”

Menanggapi kabar kapal pengangkut peti kemas, Ever Given, yang berhasil keluar dari tersendatnya di Terusan Suez, PM Su menyampaikan, bahwa ini adalah kabar yang baik. Dari kasus ini, warga dunia dapat mengetahui akan pentingnya geopolitik dan hubungan internasional, bagi kerja sama global. Hal ini juga dapat menjadi bukti, akan pentingnya posisi Taiwan di mata dunia.

Komentar

Terbarumore