(Taiwan, ROC) – Serangkaian kegiatan “South Taipei Fun Carnival” yang memasuki tahun ke-4, pagelaran sejarah budaya bagian kota tahun ini menyisipkan elemen “kemitraan Taiwan-Jepang” yang menampilkan hubungan persahabatan Taiwan-Jepang. Bangunan teater Guling Street Avant-Garde baru selesai direnovasi pada tahun 2020, akan menggelar acara kesenian.
Wakil Ketua The General Association of Chinese Culture(GACC) Cheng Li-chuin (鄭麗君) menyampaikan, dikarenakan belajar sejarah, bagian kota ini tidak hanya memiliki peradaban manusia, masih ada literasi bahkan aroma kampung halaman yang sangat akrab. Ia beranggapan, masa lalu bagian kota ini hingga saat ini merupakan lokasi yang penuh dengan budaya dan pendidikan, juga area yang memiliki museum terbanyak di seluruh Taiwan, ditambah dengan budaya jalan toko buku tua, teater Guling Street Avant-Garde dan jalanan, yang membuat kawasan ini memiliki kharisma budaya yang unik.
Cheng Li-chiun mengatakan, bagian kota ini adalah identifikasi budaya penting dari kota Taipei, kota telah membentuk era yang berbeda, setiap era generasi juga membentuk kota, “Kami mengharapkan “South Taipei Fun Carnival” bukan sekedar kegiatan saja, tetapi aktivitas budaya yang memberikan rupa budaya bagian kota ini semakin hebat sehingga endapan budaya kota tua yang kental dari bagian kota ini dapat memandu masa depan yang baru, melanjutkan kisah cerita orang-orang di kota Taipei.”
Sekjen GACC Formosa Lee (李厚慶) mengatakan, “South Taipei Fun Carnival” tahun ini menanggapi kemitraan hubungan Taiwan-Jepang, maka dimulai dari budaya dan sejarah dari bagian kota ini, mulai dari sisi pangan, sandang, papan, pendidikan dan hiburan, sejarah, budaya dan lainnya, beberapa aspek ini ditampilkan dan mengimbau dukungan terhadap hubungan Taiwan-Jepang yang terus berlanjut.
Setelah teater Guling Street Avant-Garde direnovasi, dijadwalkan tanggal 3 April akan menggelar acara kesenian turut mengundang seniman, melalui gerakan tubuh mendobrak dan mengendurkan batasan antara orang yang dapat melihat dengan orang buta. Selain itu masih ada Impact Hub Taipei, semula adalah asrama guru pengajar SMA Taipei First Girls ditata menjadi tempat kegiatan yang menyelenggarakan acara Open Day, menyajikan lokakarya kuliner handmade.
Selain itu masih ada bazaar yang akan dimulai pada tanggal 2 April. Dengan fondasi memori sejarah budaya Guling Street adalah jalan toko buku tua, mengajak partisipasi dari pedagang buku lokal, dari kemajemukan toko buku, majalah yang unik, penerbit independent, produk kreatif dan permainan meja yang unik, disesuaikan dalam tema kemitraan Taiwan-Jepang, masih akan menambahkan buku-buku Jepang dan alat tulis pilihan ala Jepang serta menggelar forum seminar. Serangkaian dari kegiatan ini ditampilkan untuk memperkaya kekuatan hidup, selain itu masih ada panduan pengenalan kota yang sudah dilakukan 3 tahun berjalan, melalui panduan dari pemandu wisata kembali membangkitkan bagian Taipei yang mempesona.